Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 20 Mar 2017 12:54 WIB ·

Dia, Daftar Negara Paling Happy dan Paling Sedih di Dunia


 Dia, Daftar Negara Paling Happy dan Paling Sedih di Dunia Perbesar

Harianrakyataceh.com – World Happiness Report merilis survey terbaru mereka. Badan yang merupakan bagian dari PBB itu menetapkan Norwegia sebagai negara paling happy di dunia. Posisinya mengalahkan Denmark yang tahun lalu menempati posisi terdepan.

Selain itu, posisi lima besar ditempati Islandia, Swiss, dan Finlandia. Posisi atas masih diisi negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Timur dengan Amerika dan Inggris di posisi 14 dan 19. Sementara, di posisi bawah, yang artinya negara paling tidak bahagia, dipenuhi negara-negara dari Afrika dengan Republik Afrika Tengah di posisi terbuncit.

Dari daftar itu, posisi 10 besar diisi oleh Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, Finlandia, Belanda, Kanada, Selandia Baru, Australia, dan Swedia. Sementara, 10 negara terakhir alias paling tidak bahagia adalah Yamen, Sudan Selatan, Liberia, Guini, Togo, Rwanda, Syria, Tanzania, Burundi, dan Republik Afrika Tengah.

Cara mendapatkan angka tersebut berdasar survei sederhana kepada seribu subjek setiap tahun di 150 negara. ”Bayangkan tangga dengan anak tangga mulai 0 di bagian bawah dan 10 di bagian atas,” kata pernyataan dalam survei itu.

”Anak tangga paling tinggi mewakili kehidupan terbaik buat Anda dan anak tangga terbawah adalah kehidupan terburuk buat Anda. Secara personal, dimanakan Anda berdiri saat ini?” sambung survei itu.

Angka skor survei berkisar dari 7,54 untuk Norwegia dan 2,69 untuk Republik Afrika Tengah.

Survei itu juga berusaha menganalisa mengapa satu negara lebih bahagia dari negara lain. Jadi, ada perhitungan juga untuk pendapatan per kapita, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan, kemurahan, dan pemahaman atas korupsi.

Tahun ini, perhitungan juga mencakup kebahagian Amerika. Perhitungan itu demi mengetahui mengapa level kebahagiaan di AS jatuh meski perekonomian membaik. ”Krisis Amerika adalah krisis sosial, bukan krisis perekonomian,” ujar Jeffrey Sachs, direktur Sustainable Development Solutions Network, yang mempublikasikan hasil survei itu. Ditambahkan Sachs, kebijakan Presiden Donald Trump sepertinya ikut andil dalam turunnya level kebahagiaan masyarakat AS. (Reuters/BBC/tia)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Dosen UIN Ar Raniry Diundang Seminar di Thammasat University Bangkok, Thailand

12 July 2024 - 17:45 WIB

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Tega! Israel Buang Limbah ke Aliran Mata Air yang Digunakan Warga Palestina untui Minum

2 July 2024 - 15:57 WIB

Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Bahan Bakar

1 July 2024 - 14:45 WIB

Fachrul Razi Bertemu Ketua Harian DPP Gerindra Prof Sufmi Dasco di Korea Selatan

1 July 2024 - 11:39 WIB

Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

30 June 2024 - 20:32 WIB

Trending di INTERNASIONAL