Dua Eksekutor Ditangkap

KORBAN PENEMBAKAN: Korban penembakan di Aceh Timur saat dibawa ke RSUZA Banda Aceh beberapa waktu lalu. HENDRI/RAKYAT ACEH/DOK

Penembakan di Peunaron Terungkap

BANDA ACEH (RA) – Kasus penembakan terhadap Juman dan Misno, warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur mulai terungkap. Hasil penyelidikan polisi, diketahui pelaku berjumlah empat orang, seluruh identitasnya telah dikantongi.

“Berdasarkan wawancara di lapangan dan analisa IT, pelaku penembakan yakni AR, MJ, Z dan C,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gunawan, Senin (20/3).

Goenawan menerangkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan keempat yang diduga pelaku memiliki peran dan tugas yang berbeda saat melancarkan aksinya. Satu dari mereka merupakan otak penembakan dan tiga lainnya eksekutor atau penembak. Para pelaku akan disangkakan dengan pasal rencana pembunuhan.

“Pasal 340 joncto pasal 53 KUHP juncto pasal 1 Undang-Undang Darurat tahun 1951, percobaan pembunuhan yang direncanakan dengan menggunakan senjata api,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, untuk mengggali keterangan peristiwa penembakan tersebut pihaknya sudah memintai keterangan dari 21 orang saksi. Berdasarkan keterangan tersebut, diketahui bahwa peristiwa penembakan merupakan aksi balas dendam yang dilakukan pelaku terhadap korban Juman.

“Dilakukan penembakan untuk mengobati rasa sakit hati, akibat ejekan dari korban Juman yang berhasil memenangkan pasangan calon nomor urut 1 di Kecamatan Peunaron,” terangnya.

Setelah melakukan peyelidikan dan dan pengembangan lebih lanjut, Polres Aceh Timur berhasil menangkap dua orang diduga pelaku penembakan, sementara lainnya terus diburu dan sudah ditetapkan sebgai DPO.
“Dua orang berhasil tertangkap, antara lain AR (31) dan MJ (30),” sebut Goenawan.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan langsung dari korban penembakan agar mengetahui secara lengkap kronologi kejadian. Namun, sejauh ini upaya itu belum bisa dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

“Pemeriksaan terhadap korban Juman belum dapat dilakukan kerena luka tembak masih mengeluarkan darah pasca operasi,” tambahnya.

Peristiwa penembakan itu terjadi pukul 02.30 WIB, Ahad, 5 Maret lalu. Polisi terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka Z dan C, termasuk penyitaan barang bukti senjata api yang diduga dikuasia dan disimpan C, menyitaan mobil Avanza putih BK 1191 IC dan sejumlah langkah lainya.(mag-68/mai)