Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 22 Mar 2017 04:19 WIB ·

Kejari Tangkap DPO Korupsi


 DITAHAN: Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, meringkus  T.Makmun Riza, terpidana  korupsi rehabilitasi hutan mangrove senilai Rp 4 Miliar dan langsung ditahan di Rutan Lambaro Banda Aceh, Selasa (21/3).
HENDRI/RAKYAT ACEH Perbesar

DITAHAN: Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, meringkus T.Makmun Riza, terpidana korupsi rehabilitasi hutan mangrove senilai Rp 4 Miliar dan langsung ditahan di Rutan Lambaro Banda Aceh, Selasa (21/3). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menahan T Makmun Riza warga Geuce, Banda Aceh, ia merupakan terpidana korupsi rehabilitasi hutan mangrove senilai Rp4 miliar. Petugas langsung menjebloskannya ke Rutan Lambaro Banda Aceh, Selasa (21/3).

Terpidana terjerat kasus korupsi yang telah divonis MA pada tanggal 23 april 2013 lalu. Dalam pelaksanaan proyek tersebut mengalami kerugian negara berkisar Rp344 juta, berdasarkan itu, ia ditetapkan putusan empat tahun dengan denda Rp200 juta, subsider selama enam bulan.

“Vonis telah ditetapkan pada tahun 2013 lalu, beliau menjadi DPO, proses esekusi kami laksanakan sekarang. Karena setelah diputuskan MA berpindah pindah tugas dari dinas kehutanan ke mobilitas penduduk Aceh. Kami lakukan penahanan pada hari ini hanya melaksanakan tugas, setelah ditetapkan mungkin berdasarkan pertimbangan hakim dan lain sebagainya, makanya dia tak ditahan. Karena masuk DPO makanya kita tangkap pada hari ini,” sebut Kasi tindak pidana khusus Kajari Banda Aceh, Muhammad Zulfan kepada wartawan.

Disebutkannya, pelaksanaan esekusi yang dilakukan pihaknya berdasarkan daftar DPO, karena Relas merupakan kewenangan pengadilan, pihak menjalankan tugas berdasarkan putusan yang sudah lama masuk terpidana tercatat sebagai DPO.

“Kita lakukan penangkapan pada hari ini (kemarin) berlangsung secara koperatif, terpidana tidak melakukan perlawanan,” sebutnya.

Untuk diketahui, Proyek restorasi hutan mangrove dan hutan pantai akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota itu meliputi, Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie, Aceh Jaya dan Bireuen. T Makmun Riza merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut. Tersangka lainnya yang ditetapkan tersangka pada kasus tersebut, AM selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BRR masih DPO. (ibi/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA