Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 22 Mar 2017 07:19 WIB ·

PNS Koboy Mengamuk, Siswa Diancam Tembak


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

BLANGPIDIE (RA) – Ruang belajar kelas 2 SMP I Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendadak tegang. Seorang perempuan tiba-tiba datang mengancam. “Kalau tidak mengaku akan saya tembak semuanya,” kata perempuan paruh baya itu.

Aksi pegawai Dinas Perhubungan tersebut, disebabkan handphone anaknya hilang. Berbekal senjata jenis softgun di tangan, perempuan berinisial SU (45) itu, memaksa siswa agar mengaku dan mengembalikan barang anaknya yang hilang.

Ia bahkan sempat mengeluarkan tembakan ke arah jendela, namun hanya angin keluar, senjatanya tak berisi. Walau telah mengancam, tak satupun siswa yang memberikan informasi. Amarahnya memuncak, warga Kecamatan Susoh itu lantas mengeluarkan alat getar kejut, menyerupai senter. Emosinya, kian tak terkendali. Ia menempelkan alat itu ke kepala seorang siswa. Di dalam tasnya, belakangan juga diketahui ada senjata tajam jenis kampak.

“Setelah rapat dewan guru dan komite sekolah, kami sepakat bahwa aksi itu adalah kriminal dan sudah direncanakan,” kata Wakil Kepala Sekolah SMP I Blangpidie, Bustaman, SPd kepada Rakyat Aceh, Selasa (21/3). Menurutnya, aksi koboy PNS itu terjadi beberapa hari lalu, sehari setelah handphone anaknya IF (14) hilang. Informasi yang diperolehnya, handphone hilang saat dicas di sudut ruangan kelas. Di sisi lain, sekolah juga melarang siswa membawa handphone. Pihak sekolah berjanji akan mengembalikan bila ditemukan, namun saat siswa bersangkutan tamat.

Tak terima keputusan itu, penyebab SU mengamuk keesokannya. “Siapa yang ambil HP anak saya. Kalau tidak mengaku akan saya tembak. Sambil mengangkat senjata yang dikeluarkan dari dalam tasnya,” cerita Bustaman. Bustaman yang datang kemudian menasehati SU agar persoalan diselesaikan di dalam ruang dewan guru. Namun SU tetap bersikeras agar HP anaknya ditemukan. Takut kegaduhan semakin parah, Bustaman melapor ke Polsek Blangpidie. Sementara guru lainnya, melapor ke Satlantas yang hanya berjarak sekitar 300 meter. Saat anggota Satlantas dan Polsek Blangpidie turun, seluruh barang bukti yang ada di tangannya itu disita lalu dibawa ke Polsek.

*Bukan Sekedar HP Hilang

Namun saat di dalam ruang dewan guru SU malah sudah bercerita lain. Yang dilapor bukan soal hilang HP, tetapi sudah soal siswa yang menarik celana anaknya dengan alasan sodomi. Bukan saja itu, SU bercerita bahwa anaknya pernah diperas oleh siswa lain, namun anaknya tidak mampu menunjuk siswa yang melakukan hal tersebut.

Bustaman menambahkan, hasil kesimpulan dewan guru kasus SU tetap dilanjutkan ke polisi. Sementara anaknya, sementara diistirahatkan sampai situasi kondusif. “Dia akan belajar kembali ketika suasana sudah aman. Kita liburkan IF takut orang tua siswa yang kena setrum mengamuk,” akuinya.
Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi kepada Rakyat Aceh kemarin membenarkan adanya orang tua siswa yang datang ke sekolah membawa sejumlah benda.”Benar itu, tetapi masih dalam penyelidikan kita,” akunya.

Dijelaskan, mendapat laporan itu pihaknya langsung mengamankan barang bukti dari tangan SU diantaranya satu pucuk softgun NX 70 Makarov, buatan Taiwan. Satu alat getar kejut Setrum type heavy duty stun gun dan kampak USA Saber Columbia.

Karnofi menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil musyawarah dari pihak sekolah. Meskipun demikian pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Hari ini sejumlah saksi akan kita mintai keterangan,” sebutnya. (ria/mai)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kadisdik Tekankan Pesan Mulia Himne Aceh pada Pembukaan Rakor DAK Fisik SMA dan SLB

22 June 2024 - 14:13 WIB

7 Jemaah Haji Asal Provinsi Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

21 June 2024 - 15:19 WIB

Lionel Messi Pecahkan Rekor Penampilan Terbanyak pada Ajang Copa America

21 June 2024 - 15:11 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Apel Gabungan dan Sidak Handphone Prajurit Cegah Judi Online

21 June 2024 - 14:23 WIB

Polisi Limpahkan Ibu dan Selingkuhan Kasus Pembunuhan Anak kepada Jaksa

20 June 2024 - 20:37 WIB

Jadi Perampok, Tiga Oknum Personel Polrestabes Medan Buron, 12 Langgar Kode Etik

20 June 2024 - 15:01 WIB

Trending di NASIONAL