Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 28 Mar 2017 02:31 WIB ·

Air PDAM Tirta Kemuning Berlumpur


 KERUH: Air keruh dan berlumpur yang keluar dari kran pipa penyuplai salah satu rumah warga di Pondok Kemuning, Langsa Lama, Senin (27/3).
ist Perbesar

KERUH: Air keruh dan berlumpur yang keluar dari kran pipa penyuplai salah satu rumah warga di Pondok Kemuning, Langsa Lama, Senin (27/3). ist

LANGSA (RA) – Konsumen air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kemuning, Kota Langsa di Gampong Pondok Kemuning, Langsa Lama, kecewa. Suplai air dari ke rumah-rumah mereka keruh dan berlumpur.

Syafrizal (36) warga Pondok Kemuning salah seorang pelanggan air PDAM Tirta Kemuning kepada Rakyat Aceh , Senin (27/3) mengatakan, suplai air PDAM keruh dan berlumpur sudah hampir satu bulan mereka alami. Selama itu, untuk keperluan rumah tangga berupa mandi dan cuci, warga terpaksa melakukan penyaringan atau pengendapan dalam waktu lama.

“Kami selaku pelanggan air bersih PDAM ini sangat kecewa, karena air kami terima dari perusahaan daerah ini tidak bisa digunakan. Padahal keberadaan waduk penampungan di gampong kami. Tapi entah mengapa air di gampong kami malah berlumpur, sementara di Langsa Timur yang saya chek airnya jernih. Kondisi ini sudah satu bulan, tapi belum juga ada perbaikan dari pihak PDAM,” sebut Syafrizal.

Dijelaskannya, selain upaya pengendapan dan penyaringan, untuk menggunakan air suplai PDAM Langsa ini, masyarakat di Gampong Pondok Kemuning juga melakukan pengurasan air lumpur dari pipa penyuplai dengan membuka kran secara bebas dalam waktu lama, agar aliran air jadi bersih.

Tapi ironisnya, upaya ini tidak berlangsung lama, karena beberapa menit kemudian air kembali keruh dan berlumpur, sehingga membuat air dalam penampungan harus dikuras dan dibuang semuanya.

Lanjutnya, upaya yang dilakukan oleh warga ini juga beresiko pada pembengkakan tagihan air bulanan, karena saat membuka kran air secara bebas untuk membuang air keruh dan berlumpur, meteran pengatur suplai air kepelanggan semakin berjalan kencang, sementara airnya tidak bisa dimanfaatka. “Keruhnya dan berlumpurnya air memang gak bisa digunakan sama sekali, jangankan untuk mencuci baju, mandi pun airnya lengket dibadan, makanya selama ini kami terpaksa bersabar menunggu pengendapan air agar bersih dan bisa digunakan,” ketus Syafrizal.

Untuk itu, Syafrizal dan warga Pondok Kemuning pelanggan PDAM Tirta Kemuning Langsa, mengharapkan kepada pihak PDAM agar segera melakukan perbaikan dan penanganan terhadap suplai air keruh dan berlumpur bagi warga. Sehingga masyarakat pelanggan bisa menikmati layanan air bersih secara puas sesuai dengan standar hak pelanggan. (dai/min)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kodim 0102/Pidie Gelar Tes Kesegaran Jasmani Periodik I 2024 dan UKP

22 May 2024 - 14:27 WIB

Arah Baru HMI Aceh, Bersama Muhammad Fadli Wujudkan HMI ‘Meuseuraya’

22 May 2024 - 13:45 WIB

Satgas Stunting Puji Reaksi Cepat PUPR Aceh Barat

21 May 2024 - 19:34 WIB

Pemkab Pidie Jaya Pertahankan WTP ke 10

20 May 2024 - 14:37 WIB

Salman Alfarisi Pertama Dapat Dukungan dari PNA

19 May 2024 - 06:22 WIB

 Generasi Muda Harus Hormati dan Lestarikan Budaya Simeulue

17 May 2024 - 16:24 WIB

Trending di DAERAH