Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 31 Mar 2017 02:28 WIB ·

Gajah Liar Rusak Tujuh Rumah Warga


 DIAMUK GAJAH: Kapolsek into Rime Gayo, AKP Abdul Hamid bersama warga melihat rumah warga yang tebuat dari kayu beratap terpal di rusak oleh gajah di Dusun Ali-ali Kampung Belang Rakal, Bener Meriah, Kamis (30/3). 
MASHURI/RAKYAT ACEH Perbesar

DIAMUK GAJAH: Kapolsek into Rime Gayo, AKP Abdul Hamid bersama warga melihat rumah warga yang tebuat dari kayu beratap terpal di rusak oleh gajah di Dusun Ali-ali Kampung Belang Rakal, Bener Meriah, Kamis (30/3). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Gajah liar kembali masuk ke pemukiman warga dan merusak tujuh unit rumah di Dusun Ali-Ali, Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Hingga kemarin, gajah dilaporkan masih berkeliaran di perkebunan warga. Hal tersebut disampaikan Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Somantri.

Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Abdul Hamid membenarkan peristiwa tersebut. “Gajah yang diperkirakan sebanyak 22 ekor masuk kepemukiman warga dan melakukan perusakan rumah dan isinya,” ungkap Hamid, Kamis (30/3).

Ia menjelaskan, rumah yang dirusak merupakan rumah warga setempat dan para pendatang yang berkebun di daearah tersebut. Pemiliknya yang berasal dari Belang Rakal yakni M Isa (60), Kadiah (50) dan M Saleh (58). Dua pemilik rumah lain yakni Hasbi (64) warga Rimba Raya dan Yunadi (35) polisi yang bertugas di Aceh Utara. Dua unit rumah belum berikutnya belum terdata.

“CRU saat ini tidak bisa melakukan penggiringan, setelah kita konfirmasi mereka tidak memiliki anggaran. Mereka baru bisa bekerja kalau anggaranya ada,” sebutnya.

Masalah lain, menurut Hamid, gajah CRU saat ini hanya ada tiga ekor dan lebih kecil dari pada gajah liar yang berkeliaran. “Mereka (CRU) harus mengambil gajah yang lebih besar,” katanya.

Ia menyebutkan, daerah tersebut merupakan lintasan kawanan gajah. Ia berharap dapat segera dilakukan pengiringan agar warga kembali dapat beraktifitas.

Harapan serupa juga disampaikan Riadi, Kepala Kampung Belang Rakal. “Kita tau gajah dilindungi undang-undang, namun nyawa manusia juga sangat berharga. Untuk itu CRU juga harus berupaya untuk melakukan pengusiran, meski gajahnya terlalu kecil mereka harus berupaya,” harapnya.(mag-70/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Ratusan masyarakat Aceh Barat deklarasi dukung Bustami maju di Pilkada 2024

20 July 2024 - 21:25 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Wakaf Uang Sumber Dana yang Stabil

20 July 2024 - 19:05 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Peringati 1 Muharram 1446 H Dengan Menggelar Doa Bersama.

20 July 2024 - 16:39 WIB

Waqeefa Menyuplai Air Bersih Gelombang Kedua 169.000 Liter di Kecamatan Lhoknga

20 July 2024 - 14:31 WIB

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

20 July 2024 - 09:54 WIB

Trending di UTAMA