Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 3 Apr 2017 10:52 WIB ·

Hadang Pendudukan Israel di Palestina


 ANTIZIONIS: Warga Palestina melompati cincin api di tengah upacara kelulusan pelatihan militer di Gaza, Palestina, kemarin. Saudara mereka di Tepi Barat, wilayah yang dipisahkan oleh pendudukan Israel, tengah bergolak. (REUTERS/Mohammed Salem) Perbesar

ANTIZIONIS: Warga Palestina melompati cincin api di tengah upacara kelulusan pelatihan militer di Gaza, Palestina, kemarin. Saudara mereka di Tepi Barat, wilayah yang dipisahkan oleh pendudukan Israel, tengah bergolak. (REUTERS/Mohammed Salem)

Harianrakyataceh.com –  Izin pembangunan permukiam baru di Tepi Barat menyebabkan gelombang aksi penusukan kembali beriak. Sabtu (1/4) waktu setempat, polisi Israel menembak mati  Ahmed Ghazzal.

Pemuda Palestina yang masih berusia 17 tahun itu telah menusuk tiga orang di Kota Tua Jerusalem sebelum akhirnya ditembus timah panas. Dua diantaranya adalah warga Yahudi  ultra-ortodoks dan yang lainnya adalah polisi. Pasca kejadian, rumah Ghazzal di Nablus, Tepi Barat, langsung dirazia.

Alasan Ghazzal melakukan penusukan memang masih belum jelas. Namun mayoritas penduduk Palestina yang melakukan penyerangan adalah mereka yang menuntut agar Israel menghentikan pendudukan di tanah mereka.

Kekerasan sporadis tersebut dimulai sejak Oktober 2015 dan menewaskan 242 warga Palestina, 2 turis Amerika Serikat (AS), dan 37 warga Israel.

Di hari yang sama, ratusan warga Arab Israel dan Yahudi turun ke jalan menentang pendudukan Israel di tanah Palestina. Mereka tergabung dalam kelompok Standing Together dan ingin agar ada solusi damai atas konflik kedua negara.

”Apa yang terjadi pada Ghazzal adalah pengingat yang menyakitkan atas harga yang harus dibayar karena pendudukan. Ini (kekerasan Red) harus diakhiri,” ujar anggota kelompok Itamar Avneri. Massa berjalan dari  Gan Hasus menuju Kota Tua Jerusalem. Anggota Knesset (Parlemen Israel Red) Zehava Galon dari Partai Meretz juga ikut dalam aksi ini.

Sementara itu Gedung Putih mendiamkan pendudukan baru yang dilakukan oleh Israel. Salah seorang penjabat di Gedung Putih mengungkapkan jika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah berkomitmen menggantikan rumah warga Amona sebelum ada kesepakatan dengan Presiden Donald Trump.

Februari lalu, rumah 40 keluarga di Amonoa digusur karena dibangun tanpa izin di tanah pribadi warga Palestina. Saat itu Netanyahu berjanji untuk menggantikan rumah mereka. Pasca penggusuran itu, politisi yang akrab disapa Bibi itu bertemu dengan Trump di Gedung Putih.

Trump meminta agar Israel menghentikan dulu pembangunan permukiman di tanah Pelestina. Gedung Putih seakan tidak mau tahu jika rumah pengganti untuk warga Amonoa itu juga dibangun di tanah Palestina.

Terpisah, Duta Besar Swedia untuk PBB Olof Skoog menegaskan bahwa negara-negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB harus merespon langkah Israel. Sebab DK PBB sebelumnya telah mengeluarkan resolusi agar Israel menghentikan seluruh aktivitas pendudukan dan pembangunan permukiman baru di Palestina.

”Situasi  yang mendesak dan kemunduran di lapangan seharusnya membuat DK untuk bertindak, meski kita tahu bahwa mencari kata sepakat dalam masalah ini tidaklah mudah,” tegasnya. (Reuters/Hareetz/sha/sof)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA