peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) pada 26 April 2017

Rakyat Aceh

Banda Aceh ( RA) – Sejumlah lembaga yang terdiri dari NGO, LSM, instansi pemerintah, dan komunitas di Banda Aceh menyatakan komitmennya untuk menyukseskan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) pada 26 April 2017. Acara tersebut juga dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh ke-812.

Hal itu mengemuka dalam rapat dan diskusi persiapan peringatan HKBN dan HUT Kota Banda Aceh ke-812, Senin 3 April 2017 di Hotel Rasa Mala, Banda Aceh. Perwakilan lembaga yang hadir antara lain berasal dari BPBD, IOM, Lembaga Riset Natural Aceh, Yayasan Khadam Nanggroe, PMI, ACT, SAR, Polrestra Banda Aceh, Kodim 0101/BS, TDMRC, RRI, ASPPI, IKAMBA, FPRB, Tagana, RAPI, dan BMKG.

Kepala BPBD Kota Banda Aceh Fadhil selaku pimpinan rapat menyebutkan semua perwakilam lembaga yang hadir sudah menyatakan komitmennya untuk menyukseskan dua ajang tersebut. “Alhamdulillah semuanya sangat mendukung agenda HKBN yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh pada 26 April mendatang,” katanya.

Menurutnya, pada hari H nanti, ada tiga lembaga yang telah merencanakan simulasi evakuasi bencana dan lima lembaga akan mengadakan diseminasi berupa acara sosialisasi maupun talkshow. “Simulasi evakuasi bencana rencananya akan digelar oleh FPRB yang didukung oleh IOM di tiga gampong yakni Tibang, Pande, dan Lampulo. Ini juga untuk menguji program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah kita bentuk sebelumnya.”

“Kegiatan serupa juga telah dijadwalkan oleh tim riset Natural Aceh dalam hal diseminasi mitigasi bencana dikaitkan dengan kawasan pesisir. Sementara Yayasan Khadam Nanggroe telah merencanakan pula simulasi evakuasi bencana di empat sekolah di Banda Aceh. Kami sendiri tadi juga mendapat informasi jika SDLB Labui juga akan menggelar simulasi bagi para siswanya,” katanya.

“Adapun kegiatan diseminasi direncanakan oleh RRI dan TDMRC serta sejumlah lembaga lainnya. Menampung masukan dan saran dari para peserta rapat tadi, saat ini kami tengah membangun komunikasi lebih lanjut untuk mewujudkan suatu event besar hasil kolaborasi lintas lembaga. Tentu harapannya kedua agenda penting ini bisa lebih bergaung dan pesannya tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Fadhil.

Zainal Abidin Suarja dari lembaga riset Natural Aceh berharap komunikasi dan integrasi event ini bisa segera terlaksana sehingga syiar dan tujuan dari Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dapat tercapai yaitu untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana, seraya berharap agar lebih banyak instansi/organisasi/komunitas yang ikut dan terlibat dalam kegiatan ini. Upaya pengurangan risiko bencana melalui latihan kesiapsiagaan, mitigasi struktural dan non struktural harus diperhitungkan sebagai investasi untuk keberlanjutan usaha dan pembangunan.(Rel)