Diduga Penculik Anak Sekeluarga Diamuk Massa

Personil Polsek Kota Juang, Bireuen mengamankan mobil terduga penculikan anak, Rabu (5/4). RAHMAD HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Warga asal Bies, Aceh Tengah diamuk massa di Simpang Adam Batre, Kota Bireun, Rabu (5/4). Sebelumnya, keluarga yang menumpangi mobil Suzuki Carry itu dikejar massa sejak Blang Bladeh Jeumpa.

Warga mengejar mobil tersebut dengan sejumlah alasan, sebagian mengira keluarga tersebut merupakan penculik anak, dugaan itu akibat adanya anak-anak dalam mobil. Sebagian lain, mengejar karena mendengar teriakan ‘maling…maling,” dari massa yang duluan mengejar.

Akibat amuk massa, sopir mobil itu terpaksa mendapatkan perawatan di klinik Polres Bireun. Mobil baru tertangkap warga usai menabrak mobil Jazz milik anggota polisi. “Saya belum dapat memberikan keterangan resmi karena masih harus memintai keterangan kedua belah pihak dan juga saksi,” kata Kasatreskrim, Iptu Riski Wardana.

Ia berharap warga lebih cermat mengambil sikap dan jika terjadi tindak kriminal jangan main hakim sendiri. “Tapi langsung lapor ke polisi agar bisa segera ditindaklanjuti. Kejadian ini berdampak terhadap psikoligis anak-anak dalam peristiwa itu,” katanya.

Dalam peristiwa itu, mobil yang digunakan keluarga tersebut juga rengsek berat. Sementara dua ibu dan empat anak-anak sudah diamankan Polres Bireun guna penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.

Hasil penelusuran Rakyat Aceh, sopir mobil bernama M Isa (38), sementara penumpangnya Hamisah (38) dan dua anaknya HA (11) dan IS (2,5). Berikutnya Hasanah (39) dan anaknya ZU (8) dan RO (16).

Menurut seorang penumpang, mereka hendak berlibur ke Bireun. Apalagi, M Isa yang berprofesi sebagai tukang becak baru pandai nyetir mobil. Mereka sempat berhenti di salah satu toko di jalan Banda Aceh-Medan, Pucok Alue Rheung Kecamatan Peudada, Bireuen.

M Isa dan anaknya RO menunggu di mobil, lainnya masuk toko ke toko. Mendadak, massa datang berteriak penculik anak dan sebagian lain menyebutkan maling. Kedua ibu rumah tangga tersebut, binggung tak paham salahnya apa.

Namun seorang anak mengaku mengambil uang di meja toko Rp100 ribu, tapi tidak berani mengembalikan karena dikejar dan dilempari batu. Takut diamuk massa, keluarga itu melarikan diri. Sementara pemilik toko, Musliadi mengisahkan, awalnya datang dua ibu-ibu bersama dua anak-anak ke tokonya.

Mereka mau membeli 12 zak beras, 15 dus air mineral IMT, 10 papan telur dan mie hun 1 Kg, kacang tanah 1.5 Kg, dengan total semua Rp2.215.000. Lalu setelah Musliadi membuat bon, perempuan itu mengaku akan menemui bos dan barang-barangnya nanti diambil.

Saat rombong pergi, ia teringat ada barang yang diambil namun belum di bayar. Lalu, ia melihat ke CCTV dan kaget melihat seorang anak kecil beberapa kali berusaha membuka laci meja kasir.

“Saya menduga itu trik mereka saja pura-pura membeli barang,” terangnya.
Ia akhirnya, meminta warga membantu mengejar mobil tersebut. “Kalau seandainya dia (sopir carry) tadi tidak menabrak mobil saya, setidaknya dia tabrak orang, rame orang kejar mobil itu tadi,” ungkap Brigadir Misbar pemilik mobil Jazz BK 1249 IO di Polsek Kota Juang. (rah/mai)