7 PNS Nakal Terkesan ‘Dianak emaskan’ Pemko Subulussalam

SUBULUSSALAM (RA) – Pemerintah Kota Subulussalam diminta untuk tidak menganakemaskan tujuh Pegawai Negeri Sipil (PNS) nakal karena diduga Indisipliner. Sejak awal tahun hingga kini penanganan tujuh PNS tersebut belum ada kabar sama sekali, sehingga menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Menurut Edi Sahputra, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Minggu (9/4), jika pemerintah hanya diam tanpa mengeksekusi oknum PNS nakal itu, maka pemerintah Kota Subulussalam sendiri telah mengabaikan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
“Jika tidak ada tindakan maka jelas pemerintah telah mengabaikan peraturan,“ kata Edi.

Dari tujuh PNS diduga telah berbulan-bulan tak masuk kantor itu, kata Edi, satu orang diantaranya merupakan keponakan asisten III yang tak lain membidangi kepegawaian, sehingga dikhawatirkan permasalahan itu dininabobokkan.

“Ya, ada bocoran kami dapat, satu dari tujuh PNS yang masuk dalam daftar pelanggar aturan itu merupakan keponakan asisten III, “ aku Edi.

Timbulnya kecurigaan itu, tambah Edi, terbukti hingga kini persoalan itu belum selesai. Bahkan dipertengahan bulan Maret lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam, H. Damhuri, SP. MM mengeluarkan klarifikasi di Harian Rakyat Aceh, sidang etik akan digelar pada bulan itu juga. Namun, memasuki bulan April pun juga belum digelar. “Jelas menimbulkan pertanyaan “ ujar Edi.

Sedangkan, Sekda Pemerintah Kota Subulussalam, H. Damhuri, SP. MM hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali Rakyat Aceh mencoba menghubungi melalui telepon selulernya baik telpon, pesan singkat dan WhatsApp pun tidak diangangkat dan dibalas. (lim/min)