Masyarakat Subulussalam Tolak Pembangunan Patung Menari

SUBULUSSALAM (RA) – Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangunan patung tari dampeng (tarian adat Singkil), rencananya dibangun di persimpangan jalan Malikulsaleh, Kecamatan Simpang Kiri.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas PUPR, Tatang Sukendra, ST. MM membenarkan bahwa biaya pembangunan patung berdemensi 3 itu sudah masuk dalam APBK tahun ini dengan menghabiskan biaya Rp 1,9 Milyar “ sudah masuk dalam APBK tahun ini tinggal lelang pekerjaan “ kata Tatang saat ditemui diruangannya, Senin (10/4).

Pembangunan patung dengan posisi melingkar itu menuai penolakan keras dari berbagai kalangan. Sebab, patung dengan demensi 3 itu jelas melanggar syariah Islam dan fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, S. Sos mengaku heran setelah mendengar kabar akan adanya pembangunan patung itu.

Menurut Edi, sangat tidak mencerminkan Syariat Islam di Kota Subulussalam jika patung tersebut dibangun. Mengingat patung utuh 3 dimensi merupakan budaya animisme dan diharamkan dalam agama Islam. Jika ingin mengenang adat budaya tidak mesti membuat patung dan bisa melalui buku sejarah atau membuatkan museum sebagai bukti adat dan budaya.

Apalagi, kata Edi pembangunan patung tersebut menghabiskan anggaran milyaran rupiah dan dinilai pemborosan “ Kebijakan yang tidak masuk akal, untuk melawan syariat Islam kita habiskan biaya yang begitu besar. Jika pemerintah bersekukuh tetap membangun patung tersebut, maka sudah mengabaikan Patwa MPU Aceh yang jelas melarang “ kata Edi.

Sementara, Ketua MPU Kota Subulussalam, Ustaz Qaharuddin Kombih, S. Ag juga mengaku sudah menyampaikan pandangan melalui Sekretarisnya kepada Wali Kota Subulussalam. Kata Qaharuddin, sesuai Patwa MPU Aceh Nomor 12 Tahun 2013 tentang Seni Budaya dan Hiburan lainnya dalam pandangan Syariat Islam jelas tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan syariat islam.

Kata Qaharuddin, pihaknya telah melakukan musyawarah menanggapi pembangunan patung tersebut yang dinilai tidak pantas untuk dibangun. dalam waktu dekat , Qaharuddin mengaku akan menyurati Wali Kota Subulussalam lengkap dengan referensi “ dalam Al qur’an jelas melarang pembuatan patung “ kata Qaharuddin. (lim/min)