Labfor Polda Sumut Selidiki Kebakaran Ponpes RJ

INDENTIFIKASI: Personel Labfor Polda Sumut mengambil sampel sisa kebakaran di Pesantren Raudhatul Jannah di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Senin (10/4). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Polsek Simpang Kiri bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Sumatera Utara menyelidiki terbakarnya pondok pesantren terpadu Raudhatul Jannah (RJ) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Senin (10/4).

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK melalui Kapolsek Simpang Kiri, AKP Dede Kurniawan, Selasa (11/4) menjelaskan, sesuai laporan pimpinan Pondok Pesantren RJ seminggu sebelum kejadian ada percobaan pembakaran dari orang tak dikenal (OTK).

Ada bukti ditemukannya minyak jenis pertalite dan sempat menimbulkan api di salah satu ruangan milik pesantren, namun api belum sempat membesar setelah segera dipadamkan oleh santri.
Kata Dede, saat ini kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran tersebut “Kemarin tim Labfor Polda Sumut langsung turun ke TKP untuk mengambil sampel sisa kebakaran di sana,” ujar Dede..

Dede menambahkan, saat ini Tim Labfor Polda Sumut sudah membawa beberapa sample nantinya akan diuji di untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut. “Kita tunggu hasilnya. Disitu nanti kita tau pennyebab kebakaran, apakah ada dugaan dilakukan orang lain atau dikarenakan arus listrik, “ ujar Dede.
Seperti diketahui, Pondok Pesantren Terpadu Raudhatul Jannah (RJ terbakar sekitar pukul 05.10 WIB pagi, Minggu (2/4). Akibatnya, enam pintu milik pesantren hangus terbakar.

Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Raudhatul Jannah, Ustaz Amrullah, MA kepada rakyataceh dilapangan mengatakan bahwa kejadian itu sangat mengejutkan penghuni pesantren yang memiliki 400 orang santri itu. Diketahuinya kebakaran itu, kata Amrullah, disaat santri hendak berkemas sholat subuh ke masjid dan melihat kobaran api tepatnya di Toko Serba Ada (Toserba) tiga pintu milik pesantren dan merebak ke lokal lain seperti, depot air minum isi ulang milik pesantren, kantin dan lokal santri. Selain itu, dua pintu lokal santri rusak berat (lim)