Rakyat Aceh

LHOKSEUMAWE (RA) – D I usianya yang senja BB (70) warga Jungka Gajah, Meurah Mulia Aceh Utara, semestinya mengisi sisa umurnya dengan berbekal amal kebaikan. Namun sebaliknya, kakek uzur ini masih saja bergelut dengan dunia hitam.

Tersangka pencurian sepeda motor (curanmor), juga seorang residivis ini, kembali diringkus kepolisian di rumahya, di Desa Jungka Gajah, Senin (10/4) kemarin.

Pria lanjut usia ini sebelumnya pernah dihukum dan mendekan di Lembaga Pemasyarakatan Klass II A Lhokseumawe, juga karena terlibat kasus curanmor. Kini dirinya kembali mengulangi perbuatannya.

“Sebelumnya tersangka, juga merupakan residivis dari LP Lhokseumawe dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Plh Kapolsek Banda Sakti, Ipda Zahabi, Selasa (11/4).

Tersangka yang baru menghirup udara bebas dua hari lalu, penangkapan berdasarkan laporan LP / 118 / IV /2016 tanggal 09 April 2016 Polsek Banda Sakti terkait kehilangan sepeda motor. Dilakukan penyelidikan dan pelaku curanmor mengarah pada dirinya.

Kakek itu pun kini kembali diancam dengan KUHP pencurian menurut hukum beserta unsur-unsurnya dirumuskan dalam pasal 362 yaitu. Barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara lima tahun dan maksimal sembilan tahun.

“Penangakapan berdasarkan pengembangan kita lakukan, dan dirinya terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor,” jelas Zahabi lagi.
Bahkan, penyelidikan terhadap kasus itu sudah masuk ke tahap dua untuk itu tersangka setelah ditangkap langsung diserahkanke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

“Maraknya kasus curanmor, kita menghimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap pelaku curanmor dengan memasang kunci pengaman ganda dan parkir di tempat yang aman,” Imbau Zahabi. (val/arm)