Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 14 Apr 2017 08:58 WIB ·

ISP Diduga Beroperasi Lagi


 ISP Diduga Beroperasi Lagi Perbesar

SUBULUSSALAM (RA) – Perusahaan Perkebunan kelapa sawit milik PT. Indo Sawit Perkasa (ISP) di Kecamatan Sultan Daulat dikabarkan kembali beroperasi setelah dihentikan oleh pihak Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Regional VI Kota Subulussalam karena belum membayar Ganti Nilai Tegakan (GNT) kayu diareal perusahaan.

I

nforman rakyataceh yang enggan disebutkan namanya, Rabu malam (12/4) mengatakan bahwa mulai esok harinya perusahaan ISP mulai beroperasi seperti biasanya. Namun, yang bersangkutan tidak tau persis berapa jumlah alat berat yang dikerahkan untuk pembuatan stacking diareal perusahaan itu “ mulai besok perusahaan akan kembali beroperasi “ kata sumber.

Terpisah, Manager lapangan ISP, Ir. Nirmansyah melalui telepon selulernya membantah seperti yang disebutkan. Nirmansyah yang mengaku masih berada di Subulussalam mau menuju lokasi perkebunan pun menjelaskan bahwa saat ini pihak perusahaan masih menunggu tim KPH turun kelapangan untuk menghitung nilai tegakan kayu yang nantinya akan disetor ke kas negara “ setau saya belum ada bekerja. Beberapa hari ini saya belum masuk ke lokasi sehingga saya tidak tau persis “ aku Nirmansyah melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (13/4).

Nirmansyah berjanji tidak akan mengoperasikan seluruh kegiatan alat berat sebelum tim KPH turun untuk menghitung jumlah tegakkan kayu “ sebelum tim KPH turun kami tidak berani mengoperasikan alat berat “ aku Nirmansyah.

Sementara, Kepala KPH Regional VI Kota Subulussalam, Irwandi saat dihubungi melalui telepon seluernya tidak aktif. Beberapa kali rakyataceh mencoba menghubungi namun tidak berhasil.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, S. Sos mengatakan jika benar pihak perusahaan kembali beroperasi tanpa didahului penghitungan nilai tegakan kayu, maka menjadi bahan kecurigaan antara pihak perusahaan dengan KPH. Alasannya, kata Edi, hingga kini diketahui tim KPH belum turun kelapangan untuk menghitung jumlah nilai tegakan kayu “ kalau benar pihak perusahaan sudah beroperasi, maka ada dugaan mereka bermain mata dan ini kami tidak akan biarkan “ kata Edi.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Regional VI Kota Subulussalam menghentikan kegiatan PT Indo Sawit Perkasa (ISP) yang membuka Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Senin (3/4) karena belum menyelesaikan pembayaran PSDH, DR dan Ganti Rugi nilai tegakan kayu. Bahkan, kepala KPH mengatakan, ISP baru bisa kembali beroperasi jika semua pembayaran ke negara sudah selesai (lim)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Ratusan masyarakat Aceh Barat deklarasi dukung Bustami maju di Pilkada 2024

20 July 2024 - 21:25 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Peringati 1 Muharram 1446 H Dengan Menggelar Doa Bersama.

20 July 2024 - 16:39 WIB

Aceh Utara Berduka, 226 unit Rumah dan Kedai Rusak

19 July 2024 - 11:35 WIB

Puting Beliung Rusak 53 Rumah Warga Nibong dan Langkahan Aceh Utara

19 July 2024 - 09:59 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Doa Bersama Peringati Tahun Baru Islam 1446 H

18 July 2024 - 14:06 WIB

Trending di DAERAH