Inilah Orang-orang Kreatif Pembuat Meme Viral di Indonesia

KREATIF: Dari kiri, Andre Prodjo, Calvin Rumasev, dan Ani Eliya, para kreator meme-meme viral di jagat maya, di Jakarta, Jumat (14/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Harianrakyataceh.com – Meme adalah fenomena di dunia maya. Tak hanya mengundang tawa, meme yang viral juga sarat pesan sosial dan politik yang kritis, informatif, serta inspiratif. Tak banyak yang mampu membuatnya. Berikut tiga di antaranya.

SENSE of humor, peka isu sosial-politik, cerdik memilih diksi, dan lihai memadukan visual adalah resep terciptanya meme viral yang menyedot perhatian netizen. Figur publik maupun isu hangat di masyarakat menjadi sumber materi meme yang seolah tak ada habisnya.

Isu pilpres atau pilkada salah satunya, terutama di DKI Jakarta. Panasnya persaingan antarkandidat membuat tensi tinggi menjalar hingga dunia maya. Tak sedikit pendukung yang terbawa emosi hingga memantik umpatan dan kata kasar.

Prihatin atas situasi itu, Andre Prodjo memilih bersuara lewat meme. Managing director Meme Comic Indonesia (MCI) itu memang punya tugas khusus. Dia adalah kreator meme bertema politik yang beberapa kali menjadi viral.

Masih ingat meme tentang Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang viral dan mengocok perut jutaan netizen? Itu adalah salah satu buah kreasi Andre. “Kami sampai diprotes Haji Lulung,” ujar Andre, lantas tertawa saat berbincang dengan Jawa Pos Jumat (14/4).

Kala itu meme yang bertebaran di dunia maya adalah foto tokoh politik ibu kota dengan berbagai pose. Tapi dibumbui kalimat-kalimat menggelitik. Misalnya, Haji Lulung nyoba ikutan Indonesian Idol, baru masuk Mas Anang langsung bilang yes. Contoh lain, Tahu alamat e-mail Haji Lulung? gmail@hajilulung.com.

Meme kreasi Andre menyebar luas. Ribuan netizen berlomba membuat meme dengan template Haji Lulung. Berbagai kalangan ikut menimpali. Dalam sekejap, Haji Lulung jadi buah bibir di jagat maya.

Tidak heran jika MCI yang menaungi setiap meme buatan Andre mendapat protes. Namun, itu tidak lantas mengendurkan semangat Andre. Pria yang lebih dikenal member MCI dengan sebutan admin AP itu tetap berkarya. “Sejauh ini biasanya yang tersinggung itu bukan orang yang dituju,” imbuhnya.

Karena itu, AP tidak terlalu ambil pusing. Kalaupun mendapat protes dari pihak yang menjadi objek meme, MCI sudah punya mekanisme penanganannya. Sehingga kreator meme yang bernaung di manajemen MCI tidak terlalu khawatir dengan nada-nada negatif yang menyerang mereka.

Meski demikian, tidak semua kreator meme di MCI tahan banting. “Ada yang di-bully sampai sempat nggak semangat bikin meme,” kata dia. Tugas AP sebagai leader mendukung dan memotivasi mereka agar terus berkarya.

Sebab, saat ini MCI bukan sebatas komunitas, tapi juga sumber mata pencaharian bagi para kreator meme. Calvin Rumasew misalnya. Dia memang belum lama bergabung dengan MCI. Namun sudah mantap memilih kreator meme sebagai profesi. Berkenalan dengan meme lima tahun lalu, Calvin membentuk Meme & Rage Comic Indonesia (MRCI). “Sekarang sudah bergabung dengan MCI,” ucap Calvin.

Kini Calvin dipercaya sebagai manajer operasional dan pengembangan bisnis MCI. Selain bertugas membuat meme, dia mengontrol puluhan kreator meme berstatus freelance di bawah naungan MCI. “Konten, topik, dan pemilihan kata. Kami saring dulu sebelum di-upload,” jelas dia.

Meski sederhana, membuat meme memang tidak boleh sembarangan. Keliru sedikit saja bisa jadi panjang urusannya. Apalagi, netizen tanah air sangat kritis. Mereka tidak segan melancarkan teror dengan nada-nada kasar ketika tidak sepakat dengan meme yang dibuat.

Untuk itu, MCI punya mekanisme agar kreator mereka tidak terlampau khawatir berhadapan dengan persoalan tersebut. Calvin yang tenar dengan nama admin 007 termasuk salah seorang kreator meme yang punya ciri khas. Apabila melihat meme dengan konten dewasa, boleh jadi itu buah karya Calvin. “Saya spesialis konten dewasa,” ungkapnya. Meski tidak berat seperti meme bertema politik, tidak mudah membuat meme berkonten dewasa. Calvin harus pandai memilah kata agar tidak berujung masalah.

MCI juga tidak sembarangan menyebarluaskan meme konten dewasa. Member yang belum cukup umur tidak akan bisa mengakses. “Hanya yang sudah cukup umur saja,” kata Calvin. Isinya juga tidak melulu guyonan dengan tema tertentu.

Calvin sering kali mengedukasi member MCI. Misalnya meme dengan materi edukasi bahaya seks bebas. Dengan ruang terbatas pada meme, tidak jarang pesan yang disampaikan lebih mudah diserap. Sehingga cepat dimengerti para member. Karena itu, kemampuan menyederhanakan masalah penting bagi kreator meme.

Melalui meme, MCI juga turut mempromosikan destinasi wisata dalam negeri. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Pari¬≠wisata. Dengan tagline “Gak Pake Paspor”, mereka mempromosikan berbagai objek wisata di tanah air. Tujuannya tidak lain adalah destinasi wisata tersebut semakin banyak dikunjungi. Khususnya oleh wisatawan lokal yang sering kali lebih senang pelesir ke mancanegara daripada menikmati destinasi wisata dalam negeri. (syn/c9/owi)¬†