Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 17 Apr 2017 09:22 WIB ·

PBNU Ajak Kader NU Aceh Tabayyun


 Maman Imanulhaq Faqih Perbesar

Maman Imanulhaq Faqih

JAKARTA (RA) – Perbedaan pendapat di dalam Organisasi Masyarakat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama adalah hal biasa. Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq Faqih menanggapi adanya pengurus cabang di Aceh Barat Daya yang membubarkan diri.

Adapun sikap seluruh elemen dari PBNU atau Pengurus Cabang NU di Aceh Barat Daya (Abdya) yang membubarkan diri karena melihat Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

“Perbedaan pendapat di kalangan kami adalah sesuatu yang biasa,” tegas Maman saat dihubungi JawaPos.com, Senin (17/4).

BACA JUGA : Said Aqil Dukung Ahok, Pengurus NU Abdya Mundur
BACA JUGA : Sikapi Kader NU Abdya Mundur, Ini Komentar Said Aqil
Namun dia menjelaskan, NU tidak pernah terlibat dalam politik praktis. Dalam hal ini, tidak memihak kepada pasangan calon tertentu di Pilkada DKI Jakarta. “NU lebih kepada menguatkan kembali bahwa pilkada ini adalah sebuah mekanisme demokrasi yang harus kita hormati,” tutur politikus PKB itu.

Kendati demikian ditegaskannya NU sebagai sebuah organisasi yang lahir atau didirikan para ulama mempunyai prinsip. “Prinsip-prinsip tentang nilai Islam yang toleran dan juga komitmen kita menyejukkan NKRI,” sebut Maman.

Karenanya, PBNU katanya akan menyikapi pernyataan sejumlah pihak yang menyatakan mundur dari kepengurusan di Aceh itu dengan arif. Mereka akan meminta klarifikasi terlebih dahulu mengapa ada langkah seperti itu.

“Biasanya di NU persoalan mulai dari tingkat nasional sampai daerah selalu kami tanggapi dengan cara tabayyun. Ada dialog, sehingga keputusan apapun berdasarkan musyawarah yang ada di dalam mekanisme,” jelasnya.

Apa lagi diketahui bahwa masyarakat Aceh memberi respon positif untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, ketika Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj berkunjung beberapa bulan lalu.

“Jangan sampai mengatasnamakan kepengurusan PBNU tapi itu sebenarnya adalah hanya keinginan satu, dua orang. Kami akan klarifikasi. Secepatnya,” pungkas Maman. (dna/JPG)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dinsos Aceh Bahas Usulan Pahlawan Nasional Sultan Alaidin Mahmudsyah dan Tgk Chik Pante Geulima Bersama Ahli Waris

27 February 2024 - 11:06 WIB

Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, Lantik Kepala Baru MTsS Darussyariah Masjid Raya Baiturrahman

27 February 2024 - 08:57 WIB

Jelang Ramadhan, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di 8 Lokasi

27 February 2024 - 07:31 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar FKP RKPD Tahun 2025

27 February 2024 - 07:27 WIB

Pj Bupati Muhammad Iswanto Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni Kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal Aceh Besar

27 February 2024 - 07:23 WIB

Sekda Kukuhkan Pokja Gugus Tugas Bisnis dan HAM Aceh

26 February 2024 - 18:20 WIB

Trending di Uncategorized