AS Tambah Dua Lagi Armada Tempur ke Korea

Kapal Induk USS Carl Vinson mengangkut aneka pesawat tempur AS menuju Semenanjung Korea dan Korut mengancam akan menenggelamkannya. Read more: http://www.riaupos.co/150320-berita-bahas-korut-100-senator-dipanggil-ke-gedung-putih.html#ixzz4fFqzpg7T

WASHINGTON (Harianrakyataceh.com) – Ketegangan di Semenanjung Korea nampaknya akan semakin bertambah setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkan dua lagi armada perangnya ke wilayah itu, termasuk kapal induk pengangkut pesawat.

Padahal, sebelumnya, Presiden Donald Trump sudah memerintahkan gugus tempurnya bersiaga di kawasan yang berdekatan dengan Korea Utara itu, yang dipimpin kapal induk bertenaga nuklir yang juga pengangkut pesawat tempur, USS Carl Vinson.

Laporan dari Korea Selatan menyebutkan, pemimpin AS tersebut sepertinya belum puas dan memerintahkan penambahan kekuatan dengan mengerahkan USS Ronald Reagan dan USS Nimitz ke Laut Jepang pekan depan.

Keputusan ini diambil setelah Trump memberi peringatan kepada Pyongyang agar menahan ambisinya terus menguji-coba senjata nuklirnya. Kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un ia juga memesankan agar bersikap lebih baik lagi.

Kantor berita Korsel Yonhap menyebutkan, USS Ronald Reagan saat ini sedang berlabuh di Yokosuka, Jepang. Sementara USS Nimitz masih menjalani ‘penilaian terakhir’ di lepas pantai Oregon, Amerika Serikat.

Sama seperti USS Carl Vinson, kedua kapal induk itu mampu membawa 90 pesawat tempur.

Berita mengenai kemungkinan perintah terbaru itu timbul beberapa hari setelah Korea Utara memamerkan secara besar-besaran hampir semua peralatan tempur mutakhirnya dalam sebuah parade ‘’Hari Matahari” yang merupakan peringatan penting ulang tahun ke-105 kelahiran pendiri negara itu, Kim Il-sung yang juga kakek Kim Jong-un, presiden saat ini.

Amerika Serikat begitu reaktif dengan sikap bandel Pyongyang yang terus menebar ancaman dengan terus melakukan uji coba peluncuran rudal dan senjata nuklir.

Bahkan, perkembangan terakhir, Korut malah akan melakukan uji coba itu sekali sepekan, seperti penegasan Wamenlu Han Song-ryol dalam wawancara khusus dengan BBC kemarin. “Kami akan melakukan pengujian peluru kendali setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun.”

Korea Utara juga diketahui sangat berambisi memiliki peluru kendali dengan hulu ledak nuklir yang mampu menjangkau sasaran di daratan AS. Mereka terus melakukan uji-coba peluncuran dan penembakan rudal dan senjata pemusnah massal, kendati PBB sudah melarangnya secara resmi.(yonhap/zar)