Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 19 Apr 2017 00:26 WIB ·

Bayi 3 Bulan Gagal Liburan ke AS, Dikira Teroris


 Bayi. Foto: Pixabay Perbesar

Bayi. Foto: Pixabay

Harianrakyataceh.com, LONDON – Seandainya bisa bicara lancar, mungkin Harvey Kenyon-Cairns akan protes keras. Namun, alih-alih protes, Harvey mungkin tidak mengerti apa yang terjadi saat ini. Bayi yang masih 3 bulan tersebut mendadak dipanggil Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di London.

Gara-garanya, dalam permohonan visa yang diajukan atas namanya, ada centang di kolom pertanyaan tentang memiliki kaitan dengan terorisme. Pertanyaan itu berbunyi, apakah Anda pernah terlibat aktivitas terorisme, spionase, sabotase, atau genosida? Di kolom jawaban ada ya dan tidak.

Rupanya, yang dicentang adalah ya. Langsung saja aplikasi visanya ditolak dan kedubes melayangkan panggilan untuk penyelidikan. Harvey tak tahu apa-apa. Yang mengisi aplikasi tersebut adalah sang kakek, Paul Kenyon.

Pria 62 tahun itu ingin mengajak Harvey dan ibunya, Faye, berlibur ke Florida, AS.

”Saya tidak tahu bahwa saya salah sampai ada pemberitahuan visa Harvey ditolak,” katanya.

Dia dan keluarganya mengajukan visa tersebut tiga hari sebelum jadwal keberangkatan.  Senin (10/4) mereka menyerahkan berkas, Kamis berangkat. Biasanya, semuanya lancar. Tapi, tidak kali ini. Kenyon dan istrinya berangkat lebih dulu bersama kakak Harvey.

Selanjutnya, Harvey dan orang tuanya tinggal untuk proses investigasi di Kedubes AS. Kenyon mengaku tak percaya bahwa cucunya dipanggil Kedubes AS.

”Saya heran kenapa mereka tidak melihatnya murni sebagai kelalaian. Bayi 3 bulan tidak akan melukai siapa pun,” tutur pria yang tinggal di Poynton, Cheshire, Inggris, itu. (telegraph/c22/any/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Israel perpanjang penahanan jurnalis WAFA

7 June 2024 - 15:21 WIB

Abaikan Seruan Biden, Netanyahu Lanjutkan Serangan ke Gaza

3 June 2024 - 15:17 WIB

Islam Makhachev Kalahkan Dustin Poirier dengan Kuncian D’Arce Choke

2 June 2024 - 15:03 WIB

Palestina minta Dewan Keamanan PBB lindungi Gaza

30 May 2024 - 14:45 WIB

Biadab! Sudah Tewaskan Puluhan Nyawa, Israel Bantah Serang Tenda-Tenda Pengungsi di Rafah

29 May 2024 - 15:14 WIB

Trending di INTERNASIONAL