Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 19 Apr 2017 08:46 WIB ·

Korea Utara Terus Bertingkah, Jepang Siagakan Pasukan


 Salah satu rudal baru Korea Utara dipamerkan dalam parade hari ulang tahun Kim Il Sung. Foto: Reuters Perbesar

Salah satu rudal baru Korea Utara dipamerkan dalam parade hari ulang tahun Kim Il Sung. Foto: Reuters

Harianrakyataceh.com – Perang urat saraf di Semenanjung Korea terus berlangsung. Negara-negara yang berkepentingan di wilayah tersebut terus-menerus saling ancam. Wakil Menlu Korut bahkan mengaku siap meluncurkan nuklir untuk mendahului serangan AS.

Menilik gaya kepemimpinan Kim Jong-un yang gemar menguji coba misil dibanding dua pendahulunya, pernyataan itu terasa lebih dari sekadar gertak sambal.

Jepang langsung merespons. Negara yang dipimpin PM Shinzo Abe tersebut siap mengirimkan pasukan ke Korea Selatan (Korsel). Tujuannya, melindungi sekitar 60 ribu warga Jepang yang berada di negara tersebut dan bersiap jika evakuasi dibutuhkan sewaktu-waktu.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada sebagaimana dilansir Jiji Press, Selasa (18/4).

Jika benar terjadi, kedatangan pasukan militer Jepang ke Korsel tidak akan disambut dengan baik. Sebab, warga Korsel masih trauma dengan pendudukan Jepang pada 1910–1945.

Kehadiran pasukan Jepang bisa memicu kemarahan penduduk. ’’Pengiriman pasukan diperbolehkan berdasar peraturan perundangan Jepang dan jika negara yang hendak didatangi setuju,’’ kata Inada.

Dalam wawancara dengan BBC yang dirilis Senin malam (17/4), Wakil Menteri Luar Negeri Korut Han Song-ryol menyatakan, pihaknya masih berencana kembali menguji coba misil-misilnya.

Korut tak jera meski uji coba misil terakhirnya pada Minggu (16/4) gagal total. ’’Kami akan lebih sering melakukan uji coba misil setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun,’’ tegas Han.

Ancaman dari Amerika Serikat (AS) tidak menciutkan nyali pemerintah Korut. Dia menambahkan, jika Paman Sam sampai menggunakan kekuatan militer, Korut siap membalas dengan melakukan perang habis-habisan.

Wakil Presiden AS Mike Pence memang sempat mengancam Pyongyang saat bertemu dengan Presiden (sementara) Korsel Hwang Kyo-ahn. Pence mengungkapkan, serangan besar-besaran AS ke Syria dan Afghanistan baru-baru ini merupakan bukti kekuatan militer Washington.

’’Jika AS berencana menyerang kami, kami akan bereaksi dengan serangan nuklir pendahuluan melalui gaya dan metode kami sendiri,’’ tegas Han. Pekan lalu, media milik pemerintah Korut memberitakan bahwa Korut akan menyerang AS dengan menggunakan senjata nuklir jika sampai terjadi agresi militer.

Pernyataan Han tersebut tentu saja membuat ketegangan di Semenanjung Korea melambung. Pada saat yang hampir bersamaan, Wakil Duta Besar Korut untuk PBB Kim In-ryong mengecam kedatangan kapal induk USS Carl Vinson milik AS di perairan perbatasan Korut dan Korsel.

’’Tindakan AS itu menciptakan situasi berbahaya yang bisa mengakibatkan perang termonuklir pecah kapan saja di Semenanjung Korea serta memunculkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia,’’ tegas Kim saat menggelar konferensi pers di New York.

Korut sudah sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan bernada ancaman. Namun, pernyataan kali ini, sepertinya, bukan isapan jempol belaka. Kim menambahkan, AS-lah yang mengganggu stabilitas dan perdamaian global.

Mereka menginvasi negara berdaulat dan mengklaim bahwa tindakan itu tegas, adil, dan proporsional.

Menurut Kim, logika yang digunakan AS sama seperti gangster. Korut sudah siap jika AS sampai menyerang. Serangan apa pun yang dilakukan AS akan dibalas serupa.

Sementara itu, Pence yang tengah melawat ke Jepang memastikan keamanan Negeri Sakura. Pence bertemu dengan Shinzo Abe kemarin (18/5).

Keduanya sepakat harus mendorong Tiongkok berperan lebih besar dalam menenangkan Korut. Selama ini, Tiongkok adalah sekutu terbesar Korut.

’’Presiden Donald Trump ingin bekerja sama dengan Jepang, Korsel, dan semua sekutu kami di wilayah ini serta dengan Tiongkok untuk mencapai resolusi damai dan denuklirisasi di Semenanjung Korea,’’ ujar Pence kepada para jurnalis di Tokyo.

AS berencana menambah sanksi bagi Korut. Di antaranya, embargo minyak, larangan global terhadap maskapai asal Korut, dan hukuman bagi bank Tiongkok yang memiliki kerja sama bisnis dengan Pyongyang.

Tidak diketahui apakah sanksi tambahan itu bisa mengekang Korut. Sebab, selama ini resolusi dan berbagai sanksi di dalamnya yang dikeluarkan PBB tidak mempan.

Sejak Februari lalu, Tiongkok ikut mendukung sanksi PBB dengan menghentikan impor batu bara dari Korut.

Namun, saat parade militer dalam Day of the Sun pada Sabtu (15/4), Pyongyang menggunakan truk-truk besar buatan Tiongkok untuk mengangkut misil-misil yang mereka pamerkan. (AFP/Reuters/BBC/CNN/sha/c23/any)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Dosen UIN Ar Raniry Diundang Seminar di Thammasat University Bangkok, Thailand

12 July 2024 - 17:45 WIB

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Tega! Israel Buang Limbah ke Aliran Mata Air yang Digunakan Warga Palestina untui Minum

2 July 2024 - 15:57 WIB

Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Bahan Bakar

1 July 2024 - 14:45 WIB

Fachrul Razi Bertemu Ketua Harian DPP Gerindra Prof Sufmi Dasco di Korea Selatan

1 July 2024 - 11:39 WIB

Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

30 June 2024 - 20:32 WIB

Trending di INTERNASIONAL