Tarian Kolosal Meriahkan Pembukaan PIONIR

Banda Aceh (RA) – Tarian massal dan drama kolosal dengan tema “Meusaho” akan meriahkan pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke VIII 2017. Ajang multi even dua tahunan untuk mahasiswa Islam se Indonesia itu akan digelar di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh pada 26 April mendatang.

Pagelaran seni yang memasukkan unsur drama kolosal di dalamnya itu menceritakan tentang kondisi kehidupan masyarakat Aceh yang ketika dilanda bencana tsunami 2004 silam, kini tetap menjalani hidup seperti sedia kala.

“Penggambarannya dimulai ketika masyarakat Aceh hidup makmur dan sejahtera. Namun, pada suatu hari di 26 Desember itu, datanglah musibah yang amat besar sehingga memporak-porandakan Aceh,” kata Sri Rahmi, Koordinator Pagelaran Seni PIONIR VIII 2017.

Dalam drama itu, musibah yang menghilangkan banyak nyawa dan menjadi duka seluruh dunia, ternyata tak begitu berlarut-larut bagi orang Aceh. “Musibah itu bukanlah sesuatu yang harus diratapi secara berlarut-larut, sehingga setelah tsunami berlalu, dalam drama tersebut, bangkitlah orang Aceh dan kembali bergembira, sampai akhirnya kita bersatu,” kata Koordinator Pagelaran Seni PIONIR.

Sebanyak 53 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang akan berpartisipasi pada ajang PIONIR VIII itu menjadi inspirasi untuk mengambil tema Meusaho tersebut. “Ada 53 PTKIN yang akan hadir, dan itu menjadi alasan kami mengapa mengambil tema “Berkumpul” itu,” katanya.

Selain itu kata Koordinator Pagelaran Seni, tema PIONIR sebenarnya juga mempersatukan segala macam etnis dan budaya dari seluruh Indonesia. ”Dan di sini (Aceh) mereka semua berkumpul atau meusaho di bawah naungan PIONIR,” lanjutnya.

Pesan dari pagelaran seni tersebut, katanya, untuk memperlihatkan sikap pantang menyerahnya orang Aceh, dan bagaimana semangat mereka yang bisa bangkit dari musibah yang teramat sangat itu. Pesan dalam pagelaran seni tersebut, ia harapkan dapat memberikan semangat untuk persiapan perlombaan pada esok harinya saat perlombaan PIONIR dimulai. “Kami berharap tarian itu nantinya dapat menambah nilai sportifitas.

Sebab, ini ajang silahturahmi dan bukan bersaing untuk mencari pemenang semata,” tambahnya. Total personel pagelaran seni yang berdurasi 30 menit itu secara keseluruhan berjumlah 500 orang. Persiapan sudah dilakukan selama dua bulan lebih. Untuk peserta, Koordinator, koreografer, pemusik dan lainnya semua dirangkul dari SDM yang ada di UIN Ar-Raniry.

“Walaupun PIONIR ini, rupanya adalah pertandigan dan pelombaan, semoga mereka semua tetap have fun lah,” tutup koordinator yang akan melakukan geladi bersih untuk pembukaan PIONIR VIII2017 itu pada 24 April mendatang. (mag-77/rif)