Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 24 Apr 2017 08:23 WIB ·

Semakin Bertingkah, Korut Sandera Warga Negara AS


 Kim Jong Un menyampaikan pidato tahun baru 2017. Foto: Reuters Perbesar

Kim Jong Un menyampaikan pidato tahun baru 2017. Foto: Reuters

Harianrakyataceh.com – Korea Utara tampaknya benar-benar tak gentar menghadapi ancaman Amerika Serikat. Bukannya meredakan suasana panas, negara yang dipimpin Kim Jong-un itu justru semakin bertingkah.

Kemarin, Minggu (22/4), media Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa Pyongyang menahan seorang warga AS bernama Tony Kim. ‘

Penahanan dilakukan Jumat (21/4) di Pyongyang International Airport saat Kim akan meninggalkan negara terisolasi tersebut.

Kim sebulan berada di Korut untuk mengajar kursus akuntansi di Pyongyang University of Science and Technology (PUST).

Rektor PUST Chan Mo-park mengungkapkan, dirinya tidak tahu alasan penahanan Kim. Yang jelas terjadi bukan karena pekerjaannya di universitas tersebut.

’’Dia memiliki beberapa aktivitas lain di luar PUST, misalnya membantu panti asuhan. Saya benar-benar berharap agar dia segera dibebaskan,’’ ujar Chan.

Kim yang berusia 50-an tahun merupakan mantan profesor di Yanbian University of Science and Technology (YUST), Tiongkok.

Lembaga pendidikan tersebut adalah sister university dari PUST yang dibuka pada 2010. Mayoritas mahasiswanya adalah anak-anak dari kaum elite Korut.

Badan Intelijen Nasional Korsel menyatakan belum tahu perihal penahanan Kim. Sedangkan YUST tidak menjawab konfirmasi yang dilakukan Yonhap.

Korut ditengarai sengaja menahan warga AS agar petinggi negara yang dipimpin Donald Trump tersebut berkunjung ke Pyongyang dan melakukan berbagai kesepakatan.

Sebelumnya Korut pernah menahan dua warga AS. Keduanya belum dibebaskan hingga kini.

Otto Warmbier ditahan Januari tahun lalu dan dihukum 15 tahun kerja paksa. Mahasiswa AS berusia 22 tahun itu berusaha mencuri banner propaganda Korut.

Pada Maret 2016, giliran Kim Dong-chul, 62, yang dihukum 10 tahun kerja paksa. Warga Korsel yang memiliki paspor AS itu dituduh menjadi mata-mata. (Reuters/sha/c4/oki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

ISBI Aceh Beri Ruang Seniman dan Budayawan Raih Gelar Sarjana

16 July 2024 - 20:12 WIB

Presiden Jokowi Transit di Aceh Sebelum Bertolak ke Abu Dhabi

16 July 2024 - 18:03 WIB

Pimti Kemenkumham Aceh Hadiri Rakordal Program Dukman Tahun 2024

16 July 2024 - 15:52 WIB

Waskita Karya Bangun Lapangan Pacu Kuda Persiapan PON Aceh – Sumut

16 July 2024 - 15:40 WIB

AKN Aceh Barat dan DSI Gelar Pelatihan Sembelih Ayam Halal

16 July 2024 - 15:11 WIB

Polres Aceh Besar Gelar Farewell Parade dan Tradisi Pedang Pora dalam Rangka Lepas Sambut Jabatan Kapolres

16 July 2024 - 06:17 WIB

Trending di METROPOLIS