Aksi Trio F Persiraja Menjanjikan

Foto: instagram bolaaceh

Harianrakyataceh.com – Persiraja Banda Aceh meraih hasil positif di laga perdana Liga 2 kala menjamu PS Timah Babel dengan skor akhir 2-0 di stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Ahad (23/4) malam.

Gol kemenangan tim berjuluk Laskar Rencong lahir lewat kaki Fadhil Ibrahim menit 46 dan Fahrizal Dillah menit 51. Seperti prediksi, barisan depan yang diisi “Trio F” (Fahrizal Dillah, Fadhil Ibrahim, Fani Aulia) akan tampil trengginas ditambah sokongan 11 ribu penonton yang menyesaki tribun Dimurthala malam kemarin.

Akan tetapi, kemenangan Fadhil Ibrahim dan kawan-kawan ternyata harus diperoleh susah payah karena sang lawan menerapkan taktik bertahan yang dikomandoi kapten Yogaspria Mirshadaq.

Asisten pelatih Persiraja Akhyar Ilyas saat konferensi pers mengatakan laga pertama malam kemarin memang sedikit grogi bagi timnya, terutama pemain baru Persiraja untuk tampil di depan publik.

“Syukur alhamdulillah hasil ini, yang jelas ini pertandingan pertama, agak sulit biasa di even apapun, pemain sedikit nerfes dan kita sedikit terlambat panas. Namun di babak kedua setelah kita evaluasi sedikit di ruang ganti, pemain menjalankan instruksi pelatih dengan baik,” kata Akhyar.

Memang Persiraja kelihatan telat panas di paruh pertama, sepanjang babak pertama gempuran lini depan laskar rencong mampu dimentahkan kiper Galih. Lini tengah yang diisi Mukhlis Nakata dan Feri Komul sedikit kurang greget membantu penyerangan, aliran bola justru sering bertumpu pada dua sayap Fani Aulia dan Vivi Asrizal yang mampu merepotkan barisan pertahan lawan.

Namun crossing yang dilakukan ke muka gawang lawan tak ada yang dikreasi menjadi gol. Percobaan tendangan jarak jauh Mukhlis dan Dillah juga melambung tinggi ke atas gawang. Sementara PS Timah Bangka tak mampu menciptakan serangan apik akibat terus ditekan para pemain Persiraja, hingga turun minum skor masih imbang 0-0.

Menit pertama babak kedua, barulah seisi stadion bergemuruh, sontekan gelandang serang Fadhil Ibrahim berhasil memperdayai kiper PS Timah Bangka, Galih Firmansyah. Gol ini berawal dari kemelut di depan gawang setelah tendangan keras Fahrizal Dillah membentur pemain bawah PS Timah dan jatuh tepat di kaki Fadhil, bola tersebut langsung diceploskan ke sudut kiri gawang lawan.
Perubahan skor disambut suka cita tim pelatih dan pemain cadangan Persiraja di bench. Yel-yel terus menggema dari para Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) yang membakar semangat di dalam lapangan.

Lima menit berselang, umpan satu dua Fani Aulia dan Amirullah di sisi kiri sangat menawan yang diakhiri crosing Amirullah yang hendak disambut Dillah, namun bola melewati kepala Dillah dan jatuh di kaki Vivi. Saat melakukan crosing kembali, stopper Babel Yoga melakukan handball, wasit Roisuddin dari Jakarta Barat langsung menunjuk titik putih. Dillah yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Unggul 2-0, Persiraja sedikit menurunkan tempo permainan karena pelatih PS Timah, Sanusi Rachman mulai menginstruksi serangan balasan. Di menit 65, gelandang serang Malik Risaldi mencoba tendangan dari luar kotak penalti, namun mampu dipatahkan kiper Rahmanuddin, bola rebound disambut striker Tinton, tapi sayang tendangannya melebar.

Pada menit 80 Persiraja hampir kebobolan, tendangan bebas Fadau dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Rahmanuddin. Hingga akhir, gawang Persiraja tidak kebobolan sampai wasit meniup pluit akhir pertandingan.

Asisten Manager PS Timah Bangka, Mintra Jaya mengaku, pertandingan malam kemarin berjalan cukup menarik, diakuinya kecepatan pemain Persiraja membuat anak asuhnya kewalahan hingga akhirnya gagal mencuri poin di laga perdana. “Target kami memang minimal seri, tapi ternyata ini tidak tercapai. Selamat untuk tim Persiraja, pertandingan pertama di kandang musim ini bisa meraih kemenangan,” ujarnya.

Seain itu, ia menyebut gol cepat Fadhil Ibrahim dan Fahrizal Dillah di awal babak kedua membuat pemain PS Timah sedikit kaget sehingga gagal diantisipasi dengan baik. Ia menjelaskan pemain muda PS Timah mendapat pressure dengan kecepatan pemain Persiraja yang mengakibatkan dua gol bersaranag sangat cepat.

“Kebobolan itu kami rasa terlalu cepat, belum siap karena baru 5 menit pertama dua gol, ini sangat dramatis bagi kami, tetapi inilah sepakbola. Kami terima kekalahan pertama ini,” tutupnya. (rad/rif)