PROSTITUSI ABG: Seorang tersangka (Alfi) bersama enam pelajar yang terlibat kasus prostitusi saat diamankan di Mapolres Aceh Tamiang beberapa hari lalu. M. NURDIN/RAKYAT ACEH

KUALA SIMPANG (RA) – Ditangkapnya enam pelajar yang terjerat kasus prostitusi, membuat Kadis Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Drs. Ikhwanuddin prihatin. Ia menyebutkan, pihaknya secara moral ikut bertanggungjawab terhadap peristiwa tersebut.

Ia berjanji, pihaknya akan terus melakukan penguatan pendidikan karakter di sekolah. Penguatan keimanan dan aqidah, etika dan moral, kegiatan keagamaan, ekstra kurikuler, kepramukaan serta razia rutin sekolah yang bekerjasama dengan orang tua murid dan Komite Sekolah.Terhadap pelajar yang terlibat kasus prostitusi, kata Ikhwanuddin, pihaknya akan membentuk tim untuk mendata asal sekolah mereka dan akan turun ke sekolah tersebut. Namun hal itu dilakukan secara rahasia dan melibatkan pihak lain yang terkait dengan perlindungan anak, seperti pihak Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kesehatan dan Dinas Syariat Islam. “Biasanya dalam menangani kasus seperti ini kami juga melibatkan relawan psikolog yang ada karena di samping pelakunya masih di bawah umur kami juga mempertimbangkan kelanjutan pendidikan mereka,” imbuh Ikhwanudddin.

Menurut Ikhwanuddin, kasus ini terjadi bukan semata-mata karena tuntutan ekonomi, tapi juga dipengaruhi gaya hidup, anak-anak dalam masa pubertas ini ingin hidup dengan gaya mewah, berganti-ganti HP, berkumpul di tempat tempat terkesan mewah dan sebagainya. Ia berharap guru, orang tua dan masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak mudah terjerumus kelembah hitam.

Kepada pihak berwenang, ia berharap melakukan penertiban dan razia rutin di tempat-tempat tertentu, yang terindikasi menjadi tempat transaksi prostitusi. “Kami khawatir ada sindikat yang lebih besar yang bermain di balik kasus ini jika dibanding yang terbongkar kemarin. Awasi secara berkala tempat-temmpat berkumpul anak muda, rumah-rumah karaoke dan tempat tertentu lainnya seperti di kompleks Perkantoran Pemda, stadion dan GOR,” ujar Ikhwanuddin

Dengan ditangkapnya sejumlah pelajar dalam jaringan perdagangan anak yang dijadikan sebagai pelayan sex ini, kata Ikhwanuddin, setidaknya akan menimbulkan efek jera terhadap para pelaku. “Sebab itu kita harapkan kepada penegak hukum agar pelaku yang menjadikan pelajar sebagai budak sexnya ini dihukum seberat-beratnya sehingga kasus serupa tak terulang lagi,”katanya. (urd/mai)