Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 27 Apr 2017 01:00 WIB ·

Lihat! Latihan Militer Terbesar dalam Sejarah Korea Utara


 Korea Utara menggelar latihan militer besar-besaran dalam rangka ulang tahun ke-85 militer Korea Utara. Foto: Reuters Perbesar

Korea Utara menggelar latihan militer besar-besaran dalam rangka ulang tahun ke-85 militer Korea Utara. Foto: Reuters

Harianrakyataceh.com, PYONGYANG – Korea Utara menggelar latihan militer besar-besaran dalam rangka ulang tahun ke-85 militernya, Selasa (25/4) kemarin. Unjuk gigi! Mereka pamer kekuatan di tepi Pantai Wonsan.Berdasarkan keterangan pejabat Korut kepada CNN, itu merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut. Sekitar 300 hingga 400 senjata artileri jarak jauh yang dilibatkan. Jong-un hadir saat latihan berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kim Jong Un. Foto: Reuters

Aksi tersebut berbarengan dengan latihan bersama militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) di Laut Kuning. Di hari yang sama, kapal selam USS Michigan milik AS yang bisa membawa misil balistik dan misil penjelajah juga merapat di pelabuhan Korsel. ”Militer kami memonitor secara ketat pergerakan militer Korut,” bunyi pernyataan dari kantor kepala staf gabungan Korsel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekitar 300 hingga 400 artileri jarak jauh terlibat dalam latihan angkatan bersenjata Korea Utara di Pantai Wonsan. Foto: AP

Kantor kepresidenan Korsel langsung menggelar rapat darurat untuk membahas masalah Korut. Korsel pantas panik. Selama ini Korut memang kerap unjuk kekuatan militer, tapi tidak pernah sebesar kali ini. Terlebih, latihan kali ini bersamaan dengan memanasnya hubungan antara Korsel-AS dan Korut.

Alex Neill, dosen senior di International Institute for Strategic Studies Asia, mengungkapkan bahwa latihan yang dilakukan Pyongyang adalah pesan untuk Seoul. Korut ingin mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Korsel masuk jangkauan artileri Pyongyang. Jadi, jika sampai diprovokasi, Korut bisa menyerang Seoul dan kota-kota di sekitarnya dengan mudah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demonstrasi militer Korea Utara di Pantai Wonsan. Foto: AP

Korsel juga harus waspada karena nuklir dan senjata kimia bisa ditembakkan dengan artileri yang dipakai latihan oleh Korut. ”Karena Korut memiliki stok senjata kimia terbesar, artileri bisa digunakan untuk menembakkannya. Gas sarin tidak harus dijatuhkan (dari pesawat, Red),” ujar Neill.

AS menanggapi serius masalah di Semenanjung Korea. Kemarin (26/4) Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Menteri Pertahanan Jim Mattis, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, serta Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford menggelar rapat masalah Korut di Gedung Putih dengan seluruh anggota Senat AS. Belum diketahui hasil dari rapat tersebut.

Secara de jure, Korsel dan Korut masih berperang. Sebab, Perang Korea tidak pernah benar-benar berakhir. Kedua negara hanya sepakat untuk gencatan senjata sejak 1953. Karena itu, ketegangan terus menjalar di kedua pihak. Saling gertak dengan pamer kekuatan militer juga kerap terjadi. Namun, ketegangan meningkat sejak Donald Trump dilantik sebagai presiden AS. (reuters/cnn/sha/c10/any/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

20 July 2024 - 09:54 WIB

Said Mulyadi Terima SK Sebagai Cabup Dari NasDem

20 July 2024 - 06:08 WIB

Tiga Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Ditangkap

19 July 2024 - 21:34 WIB

Korlantas Polri Siap Tambah Kenderaan Pengawalan PON Aceh-Sumut

19 July 2024 - 16:50 WIB

Tolak Israel Pada Olimpiade 2024, Sejumlah Ormas Islam Akan Gelar Aksi Damai

19 July 2024 - 14:58 WIB

PB HUDA Keluarkan Rekomendasi, Mengajak Masyarakat Memilih Pemimpin yang Berakhlakuk Karimah

18 July 2024 - 20:02 WIB

Trending di UTAMA