Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 27 Apr 2017 10:33 WIB ·

Mau Tahu Utang Indonesia ke Luar Negeri, Ini Jumlahnya


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Harianrakyataceh.com –Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia November 2016 senilai USD 316 miliar. Jumlah itu tercatat tumbuh 3,6 persen dibanding periode sama 2015. Dibanding bulan sebelumnya, ULN Indonesia tergolong melambat

Pada  Oktober 2016, ULN tercatat tumbuh 6,5 persen secara year on year. Perlambatan itu disinyalir karena penurunan utang sektor publik dan swasta. ”BI memandang perkembangan ULN pada November 2016 cukup sehat. Namun tetap mewaspadai risiko terhadap perekonomian nasional,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara seperti ditulis Indopos, Selasa (17/1).

Berdasar kelompok peminjam, BI  mencatat posisi utang luar negeri nasional didominasi utang sektor swasta. Posisi ULN pemerintah mencapai USD 154,5 miliar (48,9 persen dari total ULN) dan swasta tercatat sebesar USD 161,5 miliar (51,1 persen dari total ULN).

Adapun, ULN pemerintah  tumbuh hingga 12,1 persen pada November 2016. Sementara, ULN sektor swasta turun 3,4 persen.

Berdasar jangka waktu, utang luar negeri Indonesia didominasi utang-utang berjangka panjang (86,7 persen dari total ULN). Utang berjangka panjang mencapai USD 274,1 miliar, terdiri dari sektor publik senilai USD 153,7 miliar atau 56,1 persen dari total ULN jangka panjang dan sektor swasta sejumlah USD 120,4 miliar.

Sementara itu, ULN berjangka pendek tercatat sebesar USD 42,0 miliar. Angka terdiri dari ULN sektor swasta USD 41,2 miliar dan sektor publik sebesar USD 800 juta. ULN berjangka panjang tumbuh 3,1 persen, sementara utang jangka pendek naik 7,1 persen.

Merujuk data BI, utang luar negeri swasta masih didominasi sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri keempat sektor itu terhadap total ULN swasta mencapai 76,8 persen.

Karena itu, ke depan BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Itu dimaksudkan untuk memberi keyakinan kalau ULN berperan optimal mendukung pembiayaan pembangunan. ”Tentu tanpa menimbulkan risiko dan stabilitas makroekonomi,” ungkap Tirta. (far/nas/JPG)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Ikut Sosialisasi Geoportal Satu Peta 2.0

20 July 2024 - 17:26 WIB

Tolak Israel Pada Olimpiade 2024, Sejumlah Ormas Islam Akan Gelar Aksi Damai

19 July 2024 - 14:58 WIB

Kontingen Kemenkumham Aceh Siap Ikuti Turnamen Tenis Lapangan Hari Pengayoman

19 July 2024 - 13:44 WIB

Mendagri Beri Arahan Khusus Pj Bupati/Walikota yang Baru di Ruang Kerjanya

15 July 2024 - 21:47 WIB

PBNU Akan Panggil 5 tokoh muda NU Usai Pertemuannya dengan Presiden Israel

15 July 2024 - 15:13 WIB

Jokowi Obral HGU IKN hingga 190 Tahun, PKS: Ini Namanya IKN for Sale!

14 July 2024 - 14:39 WIB

Trending di NASIONAL