Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 3 May 2017 08:21 WIB ·

Tentang THAAD, Senjata Supercanggih AS yang Bikin Beijing Gelisah


 Terminal High Altitude Area Defense. Foto: Reuters Perbesar

Terminal High Altitude Area Defense. Foto: Reuters

Harianrakyataceh.com, SEOUL – Senjata canggih Amerika Serikat bernama Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sudah siap dioperasikan di Korea Selatan. Sistem pertahanan antirudal itu aktif sejak, Senin (1/5).

”THAAD sudah aktif dan mampu mengadang rudal Korea Utara (Korut) serta membela kedaulatan Republik (Korsel),” kata jubir US Forces Korea alias pasukan AS di Korsel.

Kepada media, dia menyatakan bahwa sistem pertahanan antirudal di sisi selatan Seongju County, Provinsi North Gyeongsang, itu dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik jarak pendek dan menengah.

Terpisah, pejabat Departemen Pertahanan AS menjelaskan, pada tahap awal operasional seperti sekarang, fungsi THAAD belum maksimal. ”Kemampuan mencegat dan menghancurkan rudal balistik akan sempurna seiring berjalannya waktu. Ada tahap demi tahap yang harus dilalui. Semua butuh proses,” katanya seperti dilansir Agence France-Presse kemarin (2/5).

Menurut pejabat Pentagon yang merahasiakan namanya tersebut, kendati THAAD sudah aktif, militer AS masih akan menyempurnakan pemasangannya. Sampai akhir tahun nanti, AS masih mengirimkan komponen dan perlengkapan penunjang THAAD. Sesuai kesepakatan, semua itu akan dipasang AS. ”Setelah semua komplet, fungsi THAAD baru bisa maksimal,” terangnya.

Seperti saat pemasangan THAAD pekan lalu, kali ini setelah aktif, Beijing kembali protes. Kemarin Tiongkok yang diwakili Kementerian Luar Negeri kembali melayangkan protes. ”Kami menentang pengoperasian sistem THAAD (di Korsel) dan mendesak semua pihak terkait untuk segera menghentikan program tersebut. Kami tidak akan segan mengambil langkah tegas,” kata Geng Shuang, jubir kementerian.

Dalam jumpa pers rutin tersebut, Geng menegaskan bahwa Presiden Xi Jinping menempatkan kedaulatan Tiongkok sebagai prioritas pemerintahan. Maka, Beijing tidak akan ragu-ragu menindak siapa pun yang mengancam kedaulatan wilayahnya. Apalagi mengancam pertahanan dan keamanan regional. THAAD juga dianggap sebagai salah satu bentuk gangguan terhadap kedaulatan.

Sejak Seoul dan Washington sepakat untuk memasang THAAD sebagai antisipasi program nuklir Korut yang kian gencar, Tiongkok sudah protes. Bukan hanya kepada Seoul, Beijing juga meluapkan amarahnya kepada Lotte Group sebagai penghibah lahan tempat THAAD mejeng. Perusahaan ritel yang punya 99 gerai di Tiongkok itu harus menanggung kerugian saat Beijing tiba-tiba menutup 85 gerainya.

Protes Beijing berlanjut ketika AS melakukan pengiriman tahap pertama sistem pertahanan antirudal senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun itu ke Korsel. Namun, Seoul bergeming. Buktinya, peranti mutakhir tersebut tetap dipasang di kawasan pegunungan yang menghadap ke arah Tiongkok. Bagi Beijing, keberadaan THAAD malah mengancam mereka.

”Sistem (THAAD) itu akan membuat program rudal balistik kami terganggu. Itu juga akan membuat negara-negara di kawasan ini resah,” terang pejabat Beijing dalam protes sebelumnya.

Tiongkok khawatir THAAD justru akan mencegat rudal balistik negerinya. Sebab, Tiongkok sedang gencar memproduksi senjata militer di dalam negeri dan mengujicobakannya. Termasuk rudal balistik.

Sementara itu, Thomas Karako, direktur proyek pertahanan misil di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menganggap bahwa pengaktifan THAAD di Korsel menjadi langkah penting. Meskipun kemampuannya belum maksimal, THAAD sukses menjadikan Korsel sebagai salah satu negara Asia yang layak dipertimbangkan. Khususnya bagi Korut.

”Semua itu bukan melulu tentang perisai sakti THAAD. Tapi, tentang mengulur waktu dan kredibilitas. THAAD Korsel seolah berbicara kepada Korut bahwa menyerang Korsel bukan ide yang bagus,” papar Karako kemarin.

Namun, selain Korut, ternyata Tiongkok menjadi gusar dengan kehadiran THAAD di Korsel. Krisis Semenanjung Korea pun berpotensi menjalar ke kawasan lain.
(afp/reuters/bbc/hep/c21/any/jpnn)

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kadisdik Tekankan Pesan Mulia Himne Aceh pada Pembukaan Rakor DAK Fisik SMA dan SLB

22 June 2024 - 14:13 WIB

7 Jemaah Haji Asal Provinsi Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

21 June 2024 - 15:19 WIB

Lionel Messi Pecahkan Rekor Penampilan Terbanyak pada Ajang Copa America

21 June 2024 - 15:11 WIB

Jadi Perampok, Tiga Oknum Personel Polrestabes Medan Buron, 12 Langgar Kode Etik

20 June 2024 - 15:01 WIB

80 Ribu Anak-anak Di Bawah Usia 10 Tahun Tercatat Memainkan Judi Online

20 June 2024 - 14:58 WIB

Beneran Nih??? 15 Oknum Anggota Polrestabes Medan Jadi Buron Kasus Perampokan

19 June 2024 - 15:48 WIB

Trending di UTAMA