Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 3 May 2017 07:21 WIB ·

Warga Temukan Bangkai Bayi Gajah


 GAJAH MATI: Warga beserta petugas BKSDA Aceh, Polisi dan TNI, meninjau lokasi temuan anak gajah mati berkelamin jantan, di Alu Kaye Uno, Gampong Lhok Keutapang, Pidie, Selasa (2/5). Menurut petugas BKSDA gajah yang masih berumur empat bulan tersebut telah mati selama lima hari dan diduga kuat karena terjatuh dari tebing.
ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH Perbesar

GAJAH MATI: Warga beserta petugas BKSDA Aceh, Polisi dan TNI, meninjau lokasi temuan anak gajah mati berkelamin jantan, di Alu Kaye Uno, Gampong Lhok Keutapang, Pidie, Selasa (2/5). Menurut petugas BKSDA gajah yang masih berumur empat bulan tersebut telah mati selama lima hari dan diduga kuat karena terjatuh dari tebing. ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH

SIGLI (RA) – Bangkai anak gajah berkelamin jantan ditemukan di kawasan perkebunan warga, tepatnya di Alue Kaye Uno, Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Gajah tersebut diperkirakan telah mati selama lima hari, adapun indikasi dari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Unit Sigli, gajah tersebut diduga mati karena kecelakaan, Selasa (2/5).

Geuchik Lhok Keutapang, menyebutkan bangkai tersebut awalnya ditemukan warga Sabtu (29/4). Pihaknya tidak mengetahui penyebab kematian, namun selama ini banyak kawanan gajah yang berada di daerah perkebunan warga.

“Kami resah dengan keberadaan gajah tersebut karena selama ini, petani tidak berani bercocok tanam karena sudah menggangu warga,” katanya.

Menurutnya, selama ini sudah tiga warga yang dikejar warga dan warga tidak tahu berbuat apa. “Kami minta pihak pemerintah segera mencari solusi agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan,” pinta Mustafa.

Petugas BKSDA Pos Sigli, Agusmi, mengatakan anak gajah yang mati masih berumur empat bulan. Dugaan sementara, gajah tersebut mati karena kecelakaan bukan karena diracun dan dibunuh.

“Jantan, umurnya sekira empat bulan, sekira lima hari sudah mati. Ini murni kecelakaan, tidak ada tanda racun dan kekerasan,” jelasnya. (zia/mai)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Yayasan Pendidikan Hafizh Cendekia Luluskan 19 Santri Penghafal Al-Quran dengan Satu Orang Hafizh

13 June 2024 - 23:20 WIB

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Dr. Muslem MA Bahas Toleransi Beragama di Aceh dalam Forum Diskusi CSCR UIN Jakarta

13 June 2024 - 22:13 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Alhamdulillah, Guru Aceh Besar Terima Sertifikasi dan Honor Jelang Idul Adha

13 June 2024 - 13:11 WIB

Trending di METROPOLIS