Kekurangan Komputer Jadi Kendala UNBK SMP, UNBK Dibagi Tiga Sesi

IKUT UNBK: Pelajar SMP Negeri I Tapaktuan, terlihat serius dan hati-hati mengikuti pelaksanaa UNBK di Aceh Selatan, Rabu (3/5). SUDIRMAN HAMID/RAKYAT ACEH

TAPAKTUAN (RA) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP N I Tapaktuan terpaksa dibagi menjadi tiga sesi akibat kekurang unit komputer. Ujian yang diikuti sebanyak 188 peserta berlangsung dari pagi hingga siang.

“Mau tidak mau, pelaksanaan UNBK selama empat hari sejak 2 sampai 8 Mei 2017 harus dibelah menjadi tiga tahapan. Buntutnya, untuk satu bidang studi terpaksa berlangsung dari pagi hingga siang.

Kondisi ini harus mendapat tanggapan serius dari pemerintah untuk melancarkan UNBK di masa akan datang,” kata Plt Kepala SMPN I Tapaktuan, Hartinisari Nasution kepada awak media, Rabu (3/5).

Hartinisari menjelaskan, kendala utama yang dihadapi pada pelaksanaan UNBK tahun ini ialah keterbatasan atau ketersediaan unit komputer. Alhasil, jalannya ujian terpaksa dibagi menjadi tiga sesi (tahapan).

“Sesi pertama diikuti 64 pelajar yang ditempati pada dua ruangan, masing-masing ruang terdiri 32 siswa. Sesi kedua 64 siswa juga di belah dua ruangan. Sedangkan sesi terakhir 60 pelajar untuk dua ruangan,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, untuk memenuhi ketersediaan unit komputer untuk mensukseskan UNBK pihaknya terpakas harus meminjam sejumlah laptop dan kompter milik guru maupun siswanya.

Dia berharap, kondisi mendapat perhatian serius dari pemerintah agar segera mengatasi dan mencari solusi persoalan tersebut.

“Maunya, pihak pemerintah merealisasi usulan penambahan komputer untuk sekolah-sekolah yang masih kekurangan.

Jika kondisi ini tidak disahuti, maka program yang dicetuskan (UNBK) membuat repot lembaga pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksaan UNBK dan UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil) Kabupaten Aceh Selatan, Mawardi, menuturkan, pihaknya memang menyadari pelaksanaan UNBK masih terkendala, khusus jumlah komputer.
Hal ini bisa dilihat dari jumlah sekolah yang menjadi peserta UNBK tahun ini, yakni hanya 13 sekolah yang melaksanakan dari 73 sekolah yang ada di Aceh Selatan.

“UNBK di Aceh Selatan tahun ini hanya dilaksanakan di 13 SMP, selebihnya masih berkutat dengan sistim lama (UNBKP).

Faktor ini menandakan masih banyak sekolah belum mampu mengikuti UNBK, disebabkan tidak tersedia kelengkapan komputer. Ke-13 sekolah itupun masih meminjam komputer sekolah lain,” ungkapnya.

Disebukan, sekolah yang melaksanakan UN sistim UNBK masing-masing SMPN 2 Labuhanhaji Barat, SMPN I Labuhanhaji, SMPN I Meukek, SMPN I Sawang, SMPN I dan SMPN 2 Samadua, SMPN I dan SMPN 2 Tapaktuan, SMPN II Pasie Raja, SMPN II dan SMPN 3 Kluet Utara, SMPN I Kluet Selatan dan SMPN I Bakongan. (dir/lin)