Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

TEKNOLOGI · 8 May 2017 07:49 WIB ·

Meriahkan Penas KTNA 18 Kuda Bertarung di Pantai


 PACUAN KUDA: Joki memacu kuda mereka saat lomba pacuan kuda di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Ahad (7/5). 
ZULKARNAINI/RAKYAT ACEH Perbesar

PACUAN KUDA: Joki memacu kuda mereka saat lomba pacuan kuda di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Ahad (7/5). ZULKARNAINI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Meriahkan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS-KTNA) XV, penyelenggara gelar pertandingan pacuan kuda Gayo. Pacuan kuda tradisional tersebut berlangsung di pantai Lampuuk, Lhoknga, sejak kemarin dan direncanakan berakhir, Selasa (9/5).

Panitia kegiatan itu, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh. Tujuannya, memperkenalkan kuda Gayo yang sudah ditetapkan sebagai plasma nutfah kuda Indonesia.

Kuda-kuda yang ikut pacuan merupakan hasil peternakan Gayo atau lokal asli Gayo bukan blasteran. Para peserta datang dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kegiatan itu menghadirkan 18 kuda dan enam orang joki. Setiap kabupaten menyediakan masing-masing dua joki.

“Memang pacuan kuda tersebut tergolong baru pertama sekali dilangsungkan di pantai tepi laut, sehingga membuat para joki kewalahan dalam berpacu,” kata joki, Tragong Sangkamara Uda Fahlevi (10) tahun.

Ia mengakui berpacu di tepi pantai memiliki tantangan tersendiri, selain kuda-kudanya takut mendengar suara ombak dalam perlombaan juga tidak ada pagar pembatas lintasan.

“Banyak tonggak kayu yang berada di arena race pacu sehingga kuda kadang tidak mau berlari,” sebutnya.

Ketua Panitia, Asri Abadi menjelaskan, kuda yang dilombakan dibagi dalam dua kategori yaitu kuda muda dan tua dengan jarak tempuh berbeda. Untuk kuda muda berjarak 800 meter dan tua 1200 meter. Para joki menunggangi kuda secara bergantian menurut race yang dipanggil. “Penyisihan enam ronde, semi final empat ronde dan final dua ronde,” jelasnya. (mag-71/mai)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA