Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 9 May 2017 07:09 WIB ·

Ibu Muda Terpaksa Menyusui Bayinya di Penjara


 DIBEKUK: Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH,MH memperlihatkan tersangka dan barang bukti sabu-sabu setelah diamankan di mapolres Nagan Raya, Senin (8/5). 
IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH Perbesar

DIBEKUK: Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH,MH memperlihatkan tersangka dan barang bukti sabu-sabu setelah diamankan di mapolres Nagan Raya, Senin (8/5). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA) – Perempuan inisial RI (19 tahun) warga Gampong Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya terpaksa menyusui bayinya di sel tahanan Mapolres setempat. Ia ditangkap petugas karena memilliki dan melakukan transaksi narkoba di kediamannya.

Bayi RI berusia delapan bulan itu terpaksa di bawa oleh ibunda ke Mapolres Nagan Raya untuk memberi asupan asi. Sedangkan sang suami, juga mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dengan kasus yang sama.

RI di Mapolres Nagan Raya kepada wartawan, mengatakan, dirinya menjadi badar sabu lantaran tidak memiliki perkerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi suaminya juga masuk LP.

“Saya melakukan ini karena tidak ada pekerjaan lain untuk memberikan susu anak saya. Sehari-hari saya hanya mengurus anak dan tinggal bersama orang tua saya di rumah,” katanya, Senin (8/5).

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi, mengatakan, penyidik sedang melakukan pengembangan kasus RI, yang tertangkap kasus sabu-sabu. Dalam penangkapan tersebut, pihak berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bungkus kecil plastik bening berisikan narkotika jenis sabu seberat 0.46 gram dan 0.18 gram.

“Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotikan dengan amcaman 5-15 tahun penjara,” kata AKBP Mirwazi. (ibr/lin)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

The Gayo Institute Terbitkan Buku Introspeksi Karya Penyair Aceh

23 July 2024 - 06:22 WIB

Ini Alasan Joe Biden Mundur dari Kandidat Capres Amerika 

22 July 2024 - 15:51 WIB

Pj Bupati Aceh Utara Mahyuzar: Pemasangan Bendera ‘Memudar’

22 July 2024 - 15:10 WIB

Kata Kakanwil Meurah Budiman Usai UPP Satgas Saber Pungli Aceh Lakukan Audiensi Dengan Pj. Gubernur Aceh

22 July 2024 - 15:07 WIB

Brigjen Armia Fahmi Pimpin Upacara Pembukaan Diktukba Polri di SPN Polda Aceh

22 July 2024 - 13:40 WIB

Korban Laka Lantas di Aceh Didominasi oleh Pelajar dan Mahasiswa

22 July 2024 - 09:49 WIB

Trending di UTAMA