Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA) – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam menggelar diskusi dayah dan pesantren, di Hotel Hermes One, Selasa (9/5). Ketua MPD Kota Subulussalam, Jaminuddin Berutu, mengatakan dalam perkembangan pendidikan Kota Subulussalam, dayah atau pesantren merupakan lembaga yang langsung mengelola pendidikan baik tingkat PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTS dan SMA serta MA, belakangan ini minat masyarakat semakin tinggi untuk memasukkan anaknya ke dayah dan pesantren.

Alasannya karena dayah/pesantren saat sekarang ini sudah mengelola sekolah formal yang mengeluarkan ijazah. Selain itu juga memberikan ilmu agama dan ibadah pagi, siang dan malam. “Ke depan para pimpinan dayah dan pesantren kita dorong bersama-sama dan bekerjasama dalam menindaklanjuti program hari santri tahun lalu yaitu menjadikan Subulussalam sebagai kota santri,” kata Jaminuddin.

Berdasarkan itu, kata Jaminuddin, Majelis Pendidikan Daerah Kota Subulussalam menggelar diskusi dan mengevaluasi program yang telah berjalan. Agar terjadi peningkatan pengelolaan secara lebih tertib dan profesional. Acara tersebut, tambah Jaminuddin juga menghadirkan narasumber DR. Syamsul Bahri, MA selaku Sekretaris Pengembangan SDM UIN Arraniry Banda Aceh dan Ust Rusli, SAg sebagai Fasilitator Pesantren Sumatera Utara, Medan.

“Kita semua berharap alumni dayah dan pesantren agar mampu bersaing dan berdaya saing dalam menghadapi globalisasi, serta pengelolaan manajemen yang lebih tertib, profesional dan terbuka,” ujar Jaminuddin. (lim/mai)