Rakyat Aceh

Proyek Dua Tahun Selesai

SUBULUSSALAM (RA) – Belum adanya kejelasan kapan akan dibayar, seorang kontraktor yang mengerjakan 24 unit renovasi kios di komplek terminal Subulussalam berang. Pasalnya, pekerjaan di lingkungan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Subulussalam itu, sudah selesai dikerjakan sejak tahun 2015 lalu, namun pihak dinas terlihat mangkir untuk membayar.

Sobirin Hutabarat, selaku rekanan mengaku dirinya sudah sering mendatangi dinas terkait untuk menagih dana yang sudah dijanjikan Walikota Subulussalam. Kios-kios tersebut sebelumnya dibongkar untuk dibangun permanen.

“Pada tanggal 27 Juni 2015 lalu, rombongan walikota bersama wakilnya dan beberapa orang Kepala SKPK datang mencek keadaan kios. Melihat kios rusak, Walikota mengintruksikan Kepala Disperindagkop dan UKM yaitu saudara Asrul untuk merenovasi. Saya langsung ditunjuk pak Walikota untuk mengerjakan,” kata Sobirin Hutabarat, Selasa (9/5).

Pernyataan Sobirin Hutabarat mendapat bantahan dari Kepala Disperindagkop dan UKM, Asrul. “Sudah kita bayar. Renovasi kios yang dikerjakan oleh saudara Sobirin Hutabrat itu. Karena pada saat itu, berbenturan dengan Dinas Perhubungan sehingga langsung kita bayarkan kepada rekanan,” jelas Asrul.

Bantahan Kepala Disperindagkop itu langsung disanggah Sobirin. Menurut Sobirin, pekerjaan yang sudah dibayar dinas merupakan pekerjaan lain yang masih berdekatan dengan perkerjaan renovasi kios. Tepatnya di depan terminal terpadu Subulussalam. “Yang belum dibayar adalah pekerjaan renovasi 24 pintu kios yang terletak di lantai dua gedung terminal yang langsung diperintahkan walikota untuk direnovasi ke saya,” tegas Sobirin.

Sobirin mengaku upaya menagih dana pekerjaan itu sudah berbagai langkah, dengan menyurati dan mendatangi Kepala Disperindagkop serta mengirimkan pesan singkat kepada Walikota dan wakilnya, tapi upaya tersebut tidak tersahuti.

Sobirin berharap dinas terkait untuk segera menyelesaikan dana yang kini belum terselesaikan. “Berani menyuruh harus berani bayar dong. Jangan hanya berani menyuruh tapi tidak mau membayar,” kata Sobirin. (lim/mai)