Sogok Sipir Rp10 Juta

Rakyat Aceh

Napi Lambaro Edar Sabu

BANDA ACEH (RA) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Dir Narkoba Polda Aceh, menangkap seorang bandar edar narkoba jenis sabu berinisial As (39). Bersama tersangka petugas mengamankan barang bukti sabu seberat satu kilogram.

As ditangkap tim gabungan di cafe RM Rafi Jalan Blang Bintang, Desa Siron, Aceh Besar, Senin (8/5). “Kita melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kegiatan tersangka, hingga pada 8 Mei kemarin, tersangka kembali ditangkap dengan Barang Bukti (BB) satu kilo sabu yang terbungkus dengan plastik berlebel China,” jelas Eldi Azwar, Kepala BNNP Aceh di Banda Aceh, Selasa (9/5).

Hasil pemeriksaan, As mengaku seorang narapidana. Ia mendekam dalam LP Lambaro dengan kasus serupa. Sebelumnya, tersangka ditangkap Polres Aceh Besar 15 Februari 2015.

Saat itu, BB sabu yang diamankan bersamanya sembilan sak dengan total berat 45 gram. “Tersangka As telah divonis hakim dengan masa hukuman lima tahun penjara,” kata Eldi.

Pada penyidik, As mengaku dirinya dilepas sipir Lambaro berinisial R sejak tujuh bulan lalu. Oknum sipir itu, mewajibkan dirinya membayar Rp10 juta perbulan.

Sejak berada di luar LP, tersangka kembali menjalankan rutinitasnya sebagai bandar edar. Kelakuannya membuat warga sekitar resah, hingga melaporkan dirinya ke BNNP.

Mendapat laporan warga, Eldi membentuk tim untuk memastikan kebenaran laporan itu. “Ternyata benar laporan terkait pengedaran sabu tersebut,” katanya.

Hingga kemarin, BNNP masih menyimpulkan tersangka kasus tersebut tunggal. Namun, tidak menutup kemungkinan keterlibatan tersangka lainnya. BNNP akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mencari tersangka lain.

As dijerat pasal 114 dengan ancaman penjara lima hingga 20 tahun, Jo pasal 112 dengan ancaman empat hingga 12 tahun, atau pasal 144 terkait residivis yang menjalani hukuman ditambah 1/3 ancaman hukuman sesuai undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika. (mag-71/mai)