Jalan lintas Meulaboh – Geumpang Pidie longsor, Kamis (11/5). FOR RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Jalan lintas Meulaboh – Geumpang Pidie kembali longsor, akibatnya, jalan lintas tengah Aceh terputus. Selain itu, seluruh desa di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat terisolir. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah instansi terkait, terus berusaha memulihkan kondisi dengan membangun jembatan darurat bermaterial batang kelapa. Informasi yang berhasil dihimpun, amblasnya badan jalan sepanjang 20 meter berada di kilometer 65, tepatnya di Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.

Keterangan warga, jalan amblas terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah hujan deras melanda sejak dua jam sebelumnya, Rabu (10/5). “Tapi warga mulai tahu ada longsor pada pukul 24.00 WIB,” kata Edison, warga Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas pada Rakyat Aceh, Kamis (11/5).

Menurutnya, warga yang melintasi jalur tersebut terpaksa kembali. “Ada warga kami yang mau pulang ke Tutut, tidak berani lewat. Jadi kembali balik arah lagi,” terang Edison.

Akibat putusnya jalan, warga yang ingin membeli sembako terpaksa menuju Geumpang dengan jarak tempuh sekitar 65 kilometer. Desa yang terisolir diantaranya Tutut, Desa Lancong, Desa Pereulak, Desa Tungkop, Desa Geudong, Desa Drien Sibak, Desa Kajeng, Desa Tuwi Saya, Desa Sakui, dan beberapa desa lainnya.

Diungkapkan Edison, ada akses alternatif yang dapat dilalui warga menuju Meulaboh, namun jalan tersebut sangat sulit dilalui dan memutar, yakni lintas Seuradek – Pasi Janeng Kecamatan Woyla Timur. ”Tapi jalan ini cuma bisa dilalui kendaraan roda dua, sebab jalan sangat sulit dilewati,” paparnya.

Warga setempat mengharapkan masalah tebing dan badan jalan amblas di Kecamatan Sungai Mas, dapat direspon serius pemerintah Provinsi Aceh, karena peristiwa demikian telah menjadi masalah tiap tahun. “Pak Gubernur harus benar-benar membangun jalan lintas Meulaboh – Geumpang ini supaya aman dilalui pengendara. Ini akses jalan lintas tengah yang masih terus dilalui masyarakat Aceh,” katanya.

Kepala BPBD Aceh Barat, Saluna Polem, menyatakan pihaknya berupaya membangun jembatan darurat sepanjang lima meter menggunakan material batang kepala. “Bangun darurat dulu, yang penting dapat dilalui masyarakat, jika tidak semua desa terisolir,” terangnya.

Tim pembangunan jembatan darurat telah menuju lokasi untuk menuntaskan pembangunan jembatan dari pohon kelapa. Namun bagi pengendara, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan jika melalui jembatan darurat tersebut, karena kondisi jalan tergolong licin jika dilalui. “Hari ini (kamis) jembatan darurat akan selesai. Semoga sangat aman dilalui warga, sebab ke dalam tebing tergolong sangat curam,” kata Saluna Polem.(den/mai)