Bupati Hasballah Bin M. Thaib meninjau lokasi pembangunan jalan elak di Aceh Timur, Rabu (10/5). MAULANA/RAKYAT ACEH

ACEH TIMUR (RA) – Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, mengatakan, pembangunan Jalak Elak atau yang disebut Ring Road akan menumbuhkan dan memajukan perekonomian masyarakat pedalaman. Jalan sepanjang 17 kilometer ini dibuka dari Kecamatan Peudawa hingga Kecamatan Darul Aman diperkirakan akan rampung 2019 mendatang.

“Pembangunan Jalan Elak bukan sebatas solusi kemacetan di Kota Idi, tetapi bertujuan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat yang berada digaris pedalaman. Selain menjadi solusi kemacetan, adanya pembangunan jalan elak ini telah meningkatkan ekonomi masyarakat, sepertinya naiknya harga tanah dan mudahnya akses jalan,” kata Hasballah M Thaib yang akrab disapa Rocky kepada Rakyat Aceh, Selasa (9/5).

Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa segera dapat difungsikan. Minimal dua tahun kedepan sudah digunakan untuk akses jalan lintasan nasional.

“Harapan kita masyarakat mendukung pembangunan jalan elak ini, apalagi seluruh tanah untuk pembangunan jalan elak ini dilakukan ganti rugi oleh pemerintah,” katanya.

Disisi lain, lanjut mantan panglima GAM ini, dengan adanya pembangunan jalan ini maka secara otomatis hasil bumi milik petani akan mengalami peningkatan harga. Petani akan mudah menjual hasil perkebunan atau pertanian.

“Jika sebelumnya petani harus menanggung biaya angkut dari desa ke kota, maka kedepan otomatis harga gabah, sawit, coklat, pisang, pinang dan berbagai hasil komuniti lain akan sama daya beli, karena akses jalan lancar,” cetus Rocky.

Dia menambahkan, selama ini jalan nasional Kota Idi mulai macet dan sempit, karena sudah menjadi Ibukota Pemkab Aceh Timur. “Keberadaan jalan elak ini akan membuat masyarakat lebih sejahtera ke depan,” imbuhnya.

Salah seorang warga Aceh Timur, Aisyah, menuturkan, menyambut baik pembangunan jalan yang dicanangkan dan tengah dalam pengerjaan tersebut.
“Dengan pembangunan ini harga tanah kami mulai mahal. Padahal dulu harga tanah hanya Rp15.000 rupiah per meter, kini bertambah sepuluh kali lipat. Mudah-mudahan pembangunan ini terus berjalan sesuai harapan masyarakat banyak,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan jalan elak sudah dimulai awal 2017. Meskipun baru sebatas pemangkasan bukit dan pemerataan jalan, namun pembangunan jalan sudah mulai diakses petani di beberapa desa khususnya di Kecamatan Peudawa, Idi Timur dan Idi Rayeuk. (mag-75/lin)