Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

TEKNOLOGI · 14 May 2017 07:02 WIB ·

Lusinan Negara Kena Serangan Siber, Renault Tangguhkan Produksi


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Harianrakyataceh.com, PARIS – Aksi serangan siber tak hanya melanda Indonesia. Gelombang yang lebih besar sedang menerpa dunia. Perusahaan terakhir yang mengklaim sedang jadi korban peretas adalah Renault, produsen mobil yang bermarkas di Prancis.

“Kami telah terpengaruh serangan siber. Sejak tadi malam, kami sedang melawan serangan ini,” kata seorang juru bicara Renault kepada AFP, Sabtu (13/5).

Untuk sementara, Renault memutuskan untuk menghentikan produksi mobil di Slovenia setelah komputer di markas anak perusahaan Renault Revoz di Novo Mesto diserang.

“Kami mendapatkan masalah pada Jumat 12 Meni, beberapa bagian sistem informasi Revoz menyebabkan terputusnya produksi. Masalah ini terhubung dengan pabrik di Prancis,” ujar juru bicara tersebut.

Renault adalah perusahaan Prancis pertama yang terang-terangan mengakui mereka sedang diserang kejahatan dunia siber. Sebelumnya, sejumlah media di Prancis juga kena serang satu hari sebelum pemilihan presiden.

Namun gelombang serangan siber memang makin menggila pada Jumat (12/5) kemarin. Lusinan negara terdampak.

Di Inggris, beberapa rumah sakit juga terkena serangan. Dinas Kesehatan Nasional mengimbau pengalihan layanan ambulans ke klinik dan meminta warga untuk sementara tidak menghubungi dokter mereka.

“Sejumlah bagian yang terhubung dengan Dinas Kesehatan Nasional telah melaporkan mereka terkena serangan ransomware” kata salah seorang petugas kesehatan seperti dikutip AFP.

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris ikut membantu penyelidikan.

“Pada tahap ini kami tidak memiliki bukti bahwa data pasien (di RS) telah diakses. Serangan ini tidak ditargetkan khusus kepada dinas kesehatan, namun ke beberapa sektor,” kata petugas tersebut.

Gelombang serangan siber ini belum berhenti. Ada yang menduga ini berawal dari bocornya dokumen Badan Keamanan Nasional AS. (adk/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Bukan Cuma Gula! Kelebihan Garam Juga Mengakibakan 6 Risiko Kesehatan hingga Fatal

21 July 2024 - 14:59 WIB

Israel Serang Yaman Lewat Udara 2 Tewas dan 80 Terluka

21 July 2024 - 14:50 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Wakaf Uang Sumber Dana yang Stabil

20 July 2024 - 19:05 WIB

Waqeefa Menyuplai Air Bersih Gelombang Kedua 169.000 Liter di Kecamatan Lhoknga

20 July 2024 - 14:31 WIB

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

20 July 2024 - 09:54 WIB

Trending di UTAMA