Penyelundupan Merajalela Setiap Bulan Negara Rugi Miliaran

ilustrasi

TAMIANG (RA) – Penyelundupan sejumlah komoditi dari perairan Aceh Tamiang semakin memprihantinkan. Barang-barang yang diselundupkan diantaranya bawang merah, gula, ayam, bunga anggrek dan Belangkas. Cemas penyelundupan meluas, LSM anti Korupsi Transparency Aceh lakukan investigasi terhadap aksi pelanggaran hukum tersebut.
Hasilnya, disimpulkan negara mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah setiap bulannya. Betapa tidak, barang-barang yang diselundupkan tersebut sudah dalam skala besar.

Ketua Transparency Aceh, Kamal Ruzamal, mengatakan berbagai jenis barang ilegal tersebut diselundupkan melalui jalur laut di perairan Seruway dan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. “Merajalelanya penyelundupan tersebut karena pelakunya ingin meraup keuntungan yang menggiurkan dari modal yang sedikit meski harus melawan hukum,” katanya, Ahad (14/5).
Padahal pelaku tindak pidana penyelundupan yang mengakibatkan terganggunya sendi-sendi perekonomian negara tersebut, dapat dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp5 miliar dan paling banyak Rp100 miliar.
“Khusus bawang merah dan gula yang diselundupkan dari Thailand tersebut, selain diedarkan di Aceh juga dipasarkan ke luar Aceh yakni ke Medan, Sumatera Utara,” kata Kamal.
Khusus ayam bangkok dan bunga anggrek hanya dipasarkan ke luar Aceh. Sebaliknya, Belangkas diselundupkan dari Indonesia ke Thailand melalui perairan Seruway.
Berdasarkan hasil investigasi Transparency Aceh, lanjut Kamal, khususnya bawang merah untuk wilayah Kota Kuala Simpang saja setiap minggunya beredar sekitar 5 ton, untuk Kota Langsa dan sekitarnya sekitar 7 ton, Kota Idi (Aceh Timur) sebanyak 7 ton, Bireun dan Lhoksemawe dan sekitarnya mencapai 30 ton.
Diungkapkannya, selain diedarkan di Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang dan sejumlah kota lainnya di provinsi Aceh, bawang merah dan gula selundupan dari Negeri Gajah Putih tersebut juga dipasarkan ke Provinsi Sumatera Utara melalui jalan darat dengan menggunakan truk Colt Diesel.
“Selain gula dan bawang merah, komoditi lain yang diselundupkan dari Thailand adalah ayam bangkok dan bunga anggrek,” kata Kamal. (urd/mai)