Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 16 May 2017 06:55 WIB ·

Walikota Merah Sakti Mengaku Bukan Pemimpin Otoriter


 Walikota Merah Sakti Mengaku Bukan Pemimpin Otoriter Perbesar

SUBULUSSALAM (RA) – Walikota Subulussalam, H. Merah Sakti mengaku merasa gerah dengan banyaknya serangan bahkan fitnah yang dilontarkan oleh pihak tertentu kepada dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan yang ia pimpin selama dua peroide berjalan ini. Pun demikian, Merah Sakti mengaku tetap membuka pintu untuk menerima saran dan kritik yang bersifat membangun.

“ saya ini bukan pemimpin otoriter. Silahkan datang ke Pendopo bagi yang menyampaikan saran dan kritik yang besifat membangun. Jangan langsung turun kejalan berkoar-koar “ kata Merah Sakti dalam sambutannya saat menghadiri penyerahan becak keliling nusantara dari Amri dan kawan-kawan kepada Pemerintah Kota Subulussalam, di gedung aula pertemuan Dinas Perpustakan dan Kearsipan, setempat, Senin (15/5).

Pidato Merah Sakti itu menyikapi kegiatan anggota Komunitas Pemuda Pecinta Alam Subulussalam (KOMPPAS) yang berhasil mengelilingi nusantara dengan mempromosikan becak dan bendera Kota Subulussalam yang sangat didukung pemerintah “ kalau kegiatan seperti ini sangat kita dukung bahkan bantuan kita beri. Keberhasilan adek-adek yang mengelilingi nusantara dengan menggunakan becak khas Kota Subulussalam merupakan kebanggaan pemerintah dan patut kita berikan apresiasi “ ujar Sakti.

Dalam menyampaikan pendapat, kata Merah Sakti tak perlu terlalu tendensius kali kepada pemerintah dengan turun dan berkoar-koar dijalan. suatu saat nanti meski bukan yang bersangkutan mungkin ada keluarga atau kerabatnya yang butuh dan meminta bantu kepada dirinya yang kini menjabat sebagai Walikota “ Hidup ini saling membutuhkan “ sambung Merah Sakti.

Menurut Sakti, pintu pendopo selalu terbuka kepada siapapun “ Mungkin pintu pendopo Subulussalam didunia ini yang paling terbuka untuk masyarakat “ ujarnya.

Diacara tersebut, Merah Sakti juga sempat menyinggung DPRK yang tidak memanggilnya untuk dilakukan rapat dengar pendapat terkait adanya penyerahan petisi kain putih dari Gerakan Kawal Fatwa (GKF) MPU Aceh yang menolak pembangunan patung. Mestinya, tambah Merah Sakti, segala sesuatu hal yang menyangkut dengan daerah atau aspirasi rakyat, pihak legislatif selaku wakil rakyat melakukan RDP “ kabarnya ada dititipkan petisi kain putih, atas hal itu saya tidak pernah dipanggil anggota DPRK “ aku Merah Sakti (lim)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dukung PON dan Ekonomi Syariah, KB Bank Syariah Hadir di Lhokseumawe

14 July 2024 - 19:24 WIB

Pimpinan DPRA Minta Menteri PUPR Segera Bangun Jalan Dua Jalur Meulaboh-Jeuram

14 July 2024 - 13:44 WIB

Kemenkumham Aceh Audiensi dengan Forkopimda Simeulue, Bahas Aset Tanah dan Bangunan Lapas Sinabang

13 July 2024 - 12:13 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Ini Pesan Danrem Lilawangsa untuk Prajurit TNI

11 July 2024 - 19:55 WIB

Kodim 0102/Pidie Terima Kunjungan Kerja Tim Pengawasan Teknis Teritorial Irpusterad

10 July 2024 - 12:23 WIB

H.Fathani Khitan Puluhan Anak Yatim dan Anak Dhuafa di Lhokseumawe

9 July 2024 - 19:41 WIB

Trending di DAERAH