Agar Tidak Terus Merugi, Ini Saran Haji Uma Untuk Angkasa Pura

PENOBATAN : Haji Uma dinobatkan sebagai warga kampung Pendere Saril Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. FOTO FOR RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Senator asal Aceh H. Sudirman alias Haji Uma melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (18/5).

Haji Uma mengaku prihatin saat mengetahui bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) ini merugi hingga Rp39 miliar pada tahun 2016 lalu, akibat arus penumpang dibawah 860 ribu per tahun.

“Kita dapat informasi jika jumlah penumpang per hari hanya 1000 penumpang,” kata Haji Uma, kepada Rakyat Aceh usai berkunjung ke Bandara disingkat SIM tersebut.

Dari penuturan pengelola Bandara, Haji Uma juga mendapatkan informasi akan adanya potensi kerugian pada tahun 2017 ini jika tidak ada pertumbuhan penumpang, hingga tujuh bulan mendatang.

Untuk itu, Haji Uma mengajak seluruh pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk meminimalisir kerugian dialami BUMN pengelola Bandara itu. Salah satunya dengan menjadikan Bandara SIM sebagai airport transit untuk kota – kota dunia.

Hal ini cukup beralasan mengingat letak Bandara SIM lebih strategis dari Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Tinggal sekarang menunggu kesiapan pemerintah dan pengelola, serta Pertamina selaku penyuplai bahan bakar. “Infrastruktur bandara juga perlu ditambah, berstandar dunia, harus ada hotel juga di dekat bandara,” kata Haji Uma.

Lebih lanjut Haji Uma menambahkan, untuk meningkatkan kunjungan ke provinsi Aceh, tentunya sektor pariwisata harus digarap dengan baik, disaamping harus banyak even – even nasional dan internasional di Aceh.” Harus ada ide – ide kreatif agar orang tertarik untuk datang ke Aceh. Promosi juga harus gencar,” terangnya.

Menurut Haji Uma, upaya para pengambil kebijakan untuk mempromosikan Aceh masih sangat minim. Seharusnya bisa belajar dari daerah lainnya di Indonesia, seperti Bali dan NTT, dimana mereka melakukan promosi secara besar – besaran di luar daerah, baik lewat baliho di bandara – bandara maupun lewat video tron.

Sektor pariwisata, kata Haji Uma, harus digarap secara baik dan profesional dan harus mendapatkan dukungan anggaran yang besar, bila ingin meningkatkan kunjungan ke Aceh. “Kalau kunjungan wisatawan meningkat, maka yang akan merasakan juga masyarakat dan pemerintah Aceh, karena akan diikuti dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (ri/ra)