Keluarga Kabid Pengairan Dibunuh Mertua dan Dua Anak Bersimbah Darah

PEMBUNUHAN: Suasana rumah korban pembunuhan di Abdya, Rabu (17/5). ALMAN/RAKYAT ACEH

BLANGPIDIE (RA) – Mertua dan dua anak Muliadi, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Kota, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ditemukan bersimbah darah di dalam rumah di Jalan Lukman Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Rabu (17/5) siang. Ketiganya ditemukan di tiga tempat terpisah.

Korban pembunuhan tersebut Wirnalis (62), mertua Muliadi. Sementara kedua anaknya, Fakhrurazi (12) yang baru menyelesaikan Ujian Nasional (UN) SMP dan adiknya Habibi Haskal (8) murid kelas III Sekolah Dasar (SD) Blangpidie.

Kedua anaknya menginap di rumah mertuanya, Senin (15/5) malam. Namun ketiganya ditemukan sudah tidak bernyawa saat Muliadi berkunjung ke rumah mertuanya, Rabu (17/5) siang.

Penemuan ketiga korban berawal saat Muliadi bersama istrinya, mendatangi rumah mertuanya untuk melihat anaknya usai makan siang sekitar pukul 13.30 WIB. Namun ketika memasuki perkarangan rumah Muliadi, mulai curiga melihat lampu teras masih menyala dan pintu masih tertutup rapat.

Kecurigaan bertambah ketika melihat ada bercak darah di depan pintu teras samping. Lalu pintu samping didobrak, hingga ditemukan mayat mertuanya tidak jauh dari pintu samping.

Kondisi korban berlumurah darah yang sudah mulai mengering dan mengeluarkan bau. Korban selama ini tidur sendiri setelah suaminya meninggal. Untuk menemani tidurnya, biasa ditemani cucunya yang saat naas itu ditemani anak Muliadi.

Fakhrurazi anak kedua Muliadi ditemukan di dalam kamar tidur dengan kondisi terlentang di lantai dengan beberapa luka di badan. Sedangkan adiknya tergeletak di depan pintu kamar yang tidak jauh dari neneknya di ruang tamu samping.

Kondisi Wirnalis ditemukan dengan kondisi darah yang berhamburan di lantai dengan kondisi telungkup. Disejumlah tubuhnya terdapat luka bekas benda tajam. Muliadi pada Rakyat Aceh mengaku, kedua anaknya sering menginap bersama neneknya apalagi saat libur sekolah dan hari Sabtu dan Minggu.

“Terakhir dia pergi ke rumah neneknya pada Minggu malam,” jelasnya. Ia terakhir menghubungi anaknya Minggu (14/5) malam.
Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, SIK membenarkan ada penemuan dua mayat laki laki dan satu mayat perempuan yang sudah berumur lanjut. Saat ditanya motif pembunuhan, Kapolres Abdya menyebutkan, belum bisa memastikan karena masih olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Motif belum bisa kita pastikan karena korban belum divisum,” terangnya, Rabu (17/5).

Ditambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan penyidikan, termasuk memanggil saksi-saksi termasuk yang pertama melihat kejadian perkara. Informasi pembuhunan sadis begitu cepat menyebar, tak lama berselang rumah korban dipenuhi ratusan warga yang ingin melihat langsung.
Kapolres beserta Waka Polres Abdya Kompol Edy Bagus Sumantri serta dengan kasat-kasatnya langsung terjung ke TKP. Untuk memudahkan penyelidikan, lokasi rumah di police line.

Seluruh warga diminta keluar termasuk para keluarga korban. Sejumlah polisi terlihat masuk ke dalam rumah melakukan olah TKP. Empat ambulance tiba di lokasi kejadian dan membawa ketiga korban ke RSU-TP Abdya untuk visum. (ria/mai)