Walikota Gelar Mutasi, Dua Baginda Dinonjobkan

Ilustrasi

SUBULUSSALAM (RA) – Walikota Subulussalam, H Merah Sakti melalui Sekda, H. Damhuri, SP. MM memutasi jabatan eselon III di jajaran Pemerintah Kota Subulussalam, di Aula Pertemuan Setdako Subulussalam, Rabu (17/5).

Mereka terkena badai mutasi diantaranya, Baginda, ST sebelumnya menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Pemukiman dan Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bergeser menjadi staf di Sekretariat Majelis Adat Aceh. Sementara jabatan yang ditinggalkan Baginda, ST kosong tanpa diisi.

Sementara, Baginda, SH. MM sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik juga dinonjobkan sebagai staf di Sekretariat Daerah Kota Subulussalam. Jabatan ditinggal, diisi Khairunnas, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Sultan Daulat. Sedangkan jabatan Camat yang ditinggal Khairunnas, digantikan oleh Mulyadi, SIP yang sebelumnya sebagai staf di Setdako.

Selanjutnya, Alimsyah, S. PdI dilantik menjadi Pj. Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). Jabatan Sekretaris MPU sebelumnya dijabat oleh Almarhum Tadin, SH yang meninggal dunia dua minggu yang lalu.

Damhuri dalam sambutannya mengatakan, sebagai abdi negara tidak heran jika terkena mutasi. Sebab, mutasi merupakan penyegaran dalam sebuah organisasi pemerintah yang tentunya untuk mencapai target seperti yang diharapkan “ sebagai PNS, mutasi dan pensiun itu hal yang pasti, tinggal menunggu giliran saja. Jadi bagi yang jabatannya digeser tak usah berkecil hati “ kata Sekda Damhuri.

Damhuri pun berharap kepada seluruh PNS untuk lebih meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat dengan baik. Sehingga dengan sendirinya pimpinan akan berpikir untuk mempromosikan jabatan baru “ PNS itu abdi negara. Mari kita tunjukkan kinerja kita dengan memberi pelayanan prima kepada masyarakat sesuai tugas kita masing-masing “ ujarnya.

Sementara, Baginda, SH. MM kepada rakyataceh usai mendengar bahwa dirinya telah digeser dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mengaku tidak kaget dan itu merupakan hal biasa sebagai abdi negara. Menurut suami Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Subulussalam ini, bahkan dirinya mengucapkan terima kasih kepada Walikota, Merah Sakti yang selama kepemimpinannya telah mempercayakan menjabat sebagai Camat Sultan Daulat, Kasatpol PP dan WH dan terakhir sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, meski akhirnya dicopot.

“Saya tidak kaget sewaktu mendengar bahwa saya dicopot dari jabatan. Itu hal biasa dan tentu Walikota sebagai pimpinan telah memikirkan matang-matang untuk mengambil sebuah keputusan “ kata Baginda yang kini digadang-gadangkan masyarakat untuk dicalonkan sebagai Walikota Subulussalam tahun 2018 mendatang. (lim/min)