Cueki Negara Tetangga, Korut Uji Coba Rudal Lagi

NEKAT: Rudal balistik diketahui diluncurkan dari Korea Utara. (REUTERS)

Harianrakyataceh.com, PYONGYANG – Belum surut kecaman atas uji coba rudal sepekan lalu, Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba yang sama. Kemarin (21/5) Pyongyang menembakkan rudal dari dekat Pukchang pukul 07.59 GMT.

Ini berbeda dari Hwasong-12 yang diuji coba pada Minggu (14/5), jarak tempuh rudal yang diluncurkan kemarin terbilang pendek. Yakni, terbang 560 kilometer dan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

Menteri Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengungkapkan bahwa tidak ada pesawat maupun kapal yang rusak atau terpengaruh oleh uji coba tersebut. Namun, Tokyo tetap berang. Yoshihide menyebut aksi Korut itu sebagai pelecehan dan tantangan bagi komunitas internasional untuk membuat Semenanjung Korea damai.

Dia sudah mengajukan protes kepada Korut. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe menegaskan bahwa dirinya akan membawa masalah itu dalam diskusi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Italia bulan ini. Ritme uji coba yang kian cepat tersebut menimbulkan berbagai spekulasi.

Pakar militer di Institute for Far Eastern Studies, Kyungnam University, Kim Dong-yub, mengungkapkan bahwa sangat mungkin Korut sedang menguji coba rudal berbahan bakar padat dan cair.

Kedua tim sepertinya ditandingkan. “Tim bahan bakar cair sukses pada uji coba 14 Mei. Jadi, tim bahan bakar padat juga melakukan uji coba. Karena itu, kecepatan perkembangan misil Korut berada di luar imajinasi,” ujarnya.

Pejabat militer Korea Selatan (Korsel) menyampaikan, rudal yang ditembakkan Korut kali ini adalah versi pembaruan dari rudal berbahan bakar padat yang diluncurkan dari kapal selam.

Itu adalah uji coba kedua di masa kepemimpinan Presiden Korsel Moon Jae-in. Tindakan Pyongyang tersebut menghalangi usaha mendamaikan dua Korea yang selama ini digagas Moon.

“Uji coba itu adalah tindakan ceroboh serta tidak bertanggung jawab yang membekukan harapan dan keinginan pemerintahan yang baru dan komunitas internasional untuk merealisasikan pelucutan nuklir dan perdamaian di Semenanjung Korea,” ungkap Kementerian Luar Negeri Korsel.

Sejauh ini Tiongkok belum memberikan komentar apa pun. Negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut memang kian berani. Sabtu (20/5) kantor berita Korut KCNA mengabarkan, Korut memiliki senjata yang mampu menjangkau AS dan pasukan mereka di Pasifik.

Meski begitu, beberapa pakar menilai hal itu hanya omongan. Selama ini Korut memang mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik. Sanksi yang dija tuhkan berkali-kali pada negara yang paling terisolasi di dunia itu tidak membuat mereka berhenti melakukan uji coba.

Alih-alih, Korut sepertinya malah lebih terpacu. (Reuters/BBC/sha/c16/any/jpnn)