Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 22 May 2017 12:52 WIB ·

Trump Tiba-Tiba Lupa Kecaman soal Saudi


 Donald Trump dan Raja Salman. Foto: AFP Perbesar

Donald Trump dan Raja Salman. Foto: AFP

Harianrakyataceh.com, WASHINGTON – Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Arab Saudi berbalik 180 derajat saat kunjungan kerjanya ke negara itu.

 

Saat kampanye pencalonan dirinya sebagai presiden dan baru menjabat, Trump kerap menyudutkan negara tersebut. Mulai Saudi sebagai dalang serangan 11 September, sarang teroris, memperbudak perempuan, hingga berbagai hal lainnya.

 

Namun, saat berkunjung pada Sabtu (20/5), suami Melania itu malah menjual senjata kepada Saudi. Nilai penjualan senjata itu mencapai USD 109,7 miliar atau setara dengan Rp 1.462,5 triliun.

 

Nominal tersebut merupakan bagian dari kesepakatan investasi USD 350 miliar atau setara dengan Rp 4.666,2 triliun yang bakal berlangsung selama 10 tahun. Beberapa persenjataan yang dijual Trump adalah helikopter 150 Lockheed Martin Blackhawk untuk pengamanan perbatasan serta sistem radar antimisil.

 

”Ini adalah hari yang luar biasa, ratusan miliar dolar investasi ke AS dan pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan. Jadi, saya ingin berterima kasih kepada seluruh penduduk Arab Saudi,” ujar Trump setelah penandatanganan kesepakatan.

 

Kesepakatan jual beli senjata tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah AS. Pada masa kepemimpinan Obama, AS dan Saudi juga membuat kesepakatan jual beli senjata. Nilainya mencapai USD 115 miliar (Rp 1.533,2 triliun).

 

Namun, kesepakatan itu dibatalkan gara-gara Saudi menyerang pemberontak Houthi di Yaman dengan membabi buta. Sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya dijatuhi bom.

 

Sejak perang di Yaman pecah pada Maret 2015, sekitar 10 ribu penduduk sipil tewas. Mayoritas disebabkan ketidakakuratan serangan Saudi. Kesepakatan Trump tentu saja langsung menuai respons di dalam negeri. Terutama dari pegiat HAM dan anggota Demokrat.

 

Senator Chris Murphy mengungkapkan bahwa selama ini Saudi menggunakan senjata-senjata buatan AS untuk menyerang warga sipil di Yaman. Menurut dia, pemerintah Trump kini mengandalkan Saudi untuk menegakkan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.

 

Padahal, negara tersebut memiliki rekor pelanggaran HAM yang paling buruk. ”Penjualan senjata itu adalah ide yang buruk,” kritiknya sebagaimana dilansir Huffington Post.

Penjualan senjata tersebut juga membuat Iran dan Israel panas.

”Ini adalah hal yang bakal menyulitkan kami,” kata Menteri Energi Israel Yuval Steinitz dalam pertemuan kabinet kemarin. (Reuters/AFP/CNN/sha/c14/any/jpnn)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Trending di UTAMA