Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 24 May 2017 10:20 WIB ·

Duterte Ngamuk dan Perintahkan Darurat Militer


 SIAGA: Kendaraan militer melintasi Kota Pantar untuk menuju Kota Marawi, Filipina, yang dikuasai pemberontak, Rabu (24/5).city, (REUTERS/Romeo Ranoco) Perbesar

SIAGA: Kendaraan militer melintasi Kota Pantar untuk menuju Kota Marawi, Filipina, yang dikuasai pemberontak, Rabu (24/5).city, (REUTERS/Romeo Ranoco)

Harianrakyataceh.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan akan mengambil langkah keras dalam menghadapi militan. Peringatan itu diucapkan setelah memberlakukan kondisi darurat militer di Kepulauan Mindanao setelah militer gagal menyerang militan yang berkorelasi dengan ISIS.

Duterte pun ngamuk dan langsung mempersingkat kunjungannya ke Rusia. ”Saya akan memberlakukan darurat militer di Mindanao selama setahun bila dibutuhkan,” katanya.

Pertempuran yang terjadi di Kota Marawi yang sebagian besar penduduk musim membuat militer Filipina kocar kacir. Rencana militer untuk menangkap pemberontak grup Maute gagal total. Belasan pemberontak yang kabur setelah ditangkap di salah satu apartemen itu malah menyebar di jalan-jalan, jembatan, dan gedung-gedung. Mereka melawan balik dengan menyerang militer. Dalam insiden itu dua tentara dan seorang polisi terbunuh. Serta ada 12 orang terluka.

Asli Duterte adalah Mindanao dan dia sudah lama mengancam akan memberlakukan undang-undang darurat militer di pulau itu. Tujuannya untuk menghancurkan dua kelompok militan yang berkolerasi dengan ISIS.

Duterte mengatakan situasi di Mindanao bakal sama seperti tahun 1970 saat Presiden Ferdinand Marcos memberlakukan undang-undang yang sama. Masa-masa itu disebutkan rakyat Filipina sebagai masa paling gelap dari sejarah Filipina.

”Untuk warga negara saya yang sudah pernah merasakan darurat militer, ini tidak akan berbeda dari apa yang sudah Presiden Marcos lakukan. Saya akan keras,” kata Duterte dalam video di atas pesawat yang membawanya terbang ke Filipina dari Rusia.

”Jika butuh waktu setahun, saya akan melakukannya. Jika itu selesai dalam sebulan, maka saya akan bahagia. Jangan takut, saya akan pulang. Saya akan menghadapi masalah ini begitu saya sampai.”

Otoritas mengatakan kalau situasi di Marawi dalam kontrol. Namun, penduduk sipil mengatakan hal yang sebaliknya. Mereka menyebutkan Marawi berada di tangan pemberontah dan meminta penduduk sipil untuk keluar dari kota. ”Mereka menguasai jalan dan gedung utama di Marawi,” kata Rabani Mautum, seorang penduduk kepada Reuters. Rabani yang tinggal di kota Pantar dengan Marawi mengatakan kalau penduduk Marawi keluar kota untuk mencari selamat dengan mengendarai apa pun.(Reuters/tia/JPK)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Pekerja Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia Karena Sakit, Haji Uma Turut Bantu Biaya

13 June 2024 - 22:23 WIB

Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

13 June 2024 - 19:33 WIB

India Protes Atas Terjadinya Gol Kontroversial Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 2026

13 June 2024 - 14:57 WIB

Cair, Gaji ke-13 dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Aceh Besar

13 June 2024 - 14:56 WIB

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

13 June 2024 - 08:08 WIB

Berhasil Tekan Laka Lantas secara Kolaboratif, Ditlantas Polda Aceh Dapat Penghargaan

12 June 2024 - 15:37 WIB

Trending di UTAMA