Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 24 May 2017 10:32 WIB ·

Petugas PSDKP Ditahan Coast Guard Vietnam, TNI Kerahkan KRI Patimura


 Ilustrasi. Foto: Humas PSDKP Perbesar

Ilustrasi. Foto: Humas PSDKP

Harianrakyataceh.com, NATUNA – Hubungan antara Indonesia dan Vietnam tengah panas. Itu setelah insiden penghadangan dan penangkapan awak kapal patroli Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna di perairan Natuna pada Minggu (21/5).

“Petugas bernama Gunawan itu ditahan saat menindak kapal-kapal nelayan Vietnam yang kedapatan mencuri ikan di laut Natuna,” ujar Koordinator pengawas PSDKP Natuna Syaiful Anam kepada Batam Pos (Jawa Pos Group) Selasa.

Hingga kini nasib Gunawan belum diketahui.

Insiden penahanan awak kapal patroli ‘Hiu Macan’ tersebut terjadi di perairanNatuna sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu ‘Hiu Macan’ sedang berupaya mengamankan beberapa kapal ikan yang mencuri ikan di perairan Natuna.

Syaiful Anam mengaku sudah melaporkan kasus ini ke pusat. Dan saat ini sedang terjadi upaya dari pusat agar awak PSDKP yang ditahan segera dipulangkan pihak Coast Guard Vietnam.

“Saya tak punya wewenang, sudah urusannya pusat. Seperti apa kejadiannya tidak bisa disampaikan. Konfirmasi ke Pangkalan PSDKP di Batam atau ke pusat,” ujar Syaiful ditemui di kantor Kejakaan Negeri Natuna, Selasa (23/5).

Seorang sumber Batam Pos mengatakan sebelum insiden terjadi, kapal pengawas Hiu Macan 01 berhasil mengamankan lima kapal ikan nelayan asing berbendera Vietnam di perairan Natuna.

Diperkirakan ada sekitar 44 ABK dan nakhoda dan selanjutnya diamankan di kapal pengawas.

Sementara lima kapal ikan asing dijaga masing-masing satu petugas PSDKP. Tetapi kapal ikan KH 97579 yang dijaga Gunawan tiba-tiba ditabrak kapal coast guard Vietnam. Kapal itu pun rusak.

Saat itu Gunawan langsung memberikan informasi mengenai keberadaan coat guard Vietnam itu ke rekannya. Kapal Hiu Macan O1 pun datang dan mendekati posisi Gunawan. Kapal ikan KH 97579 itu ternyata sudah nyaris tenggelam.

Gunawan yang menjaga kapal ikan itu pun dikabarkan sudah ditangkap. Bahkan semua nelayan vietnam yang sempat diamankan di kapal ikan melompat dan berenang ke kapal coast guard Vietnam.

Bahkan coast guard Vietnam juga mendapat bantuan dari dua kapal lain yang tertangkap di radar. Dan akhirnya KP Hiu Macan 01 bergeser dari tempat kejadian perkara dan meninggalkan empat kapal ikan asing yang sempat diamankan

Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam membenarkan salah satu kapal patroli milik PSDKP ditangkap oleh coast guard Vietnam di perairan Natuna. Satu orang anggota patroli yang berada di atas kapal juga ditahan oleh penjaga pantai Vietnam tersebut.

“Kami tak bisa beri komentar banyak karena ini sudah diambil alih pusat,” ujar Kepala seksi (Kasi) Penindakan dan Pengawasan PSDKP Batam Syamsu.

“Nanti ke sana saja konfirmasinya. Kami juga masih menunggu arahan dari pusat. Saat ini kami hanya bisa membenarkan saja. Satu orang anggota kami ditahan oleh mereka (penjaga pantai Vietnam),” katanya

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (p) R Eko Suyatno mengatakan pihaknya tengah mengerahkan KRI Patimura menuju tempat kejadian perkara di mana Gunawan ditangkap Coast Guard Vietnam di perairan Ranai.

Pengiriman KRI ini dalam bentuk dukungan penguatan kekauatan di perairan tersebut.

“Nantinya juga akan dikirim lagi satu kapal lagi. Kemungkinan itu KRI Diponegoro atau KRI Hasanuddin. Dan semua ini sesuai dengan arahan dari Pangarmabar,” katanya.

Dari informasi yang didapat pihaknya, pemerintah pusat juga berusaha menghubungi otoritas Vietnam terkait kasus ini. Eko mengatakan Kemenlu sudah memanggil Dubes Vietnam, untuk mengkoordinasikan hal ini.

“Kalau tidak salah, kru PSDKP yang terbawa itu atas nama Gunawan,” tuturnya.

Hingga saat ini, Eko mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. “Kami masih menunggu, informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,” ujarnya. (ska/arn)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Israel Serang Yaman Lewat Udara 2 Tewas dan 80 Terluka

21 July 2024 - 14:50 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Wakaf Uang Sumber Dana yang Stabil

20 July 2024 - 19:05 WIB

Pemerintah Aceh Ikut Sosialisasi Geoportal Satu Peta 2.0

20 July 2024 - 17:26 WIB

Waqeefa Menyuplai Air Bersih Gelombang Kedua 169.000 Liter di Kecamatan Lhoknga

20 July 2024 - 14:31 WIB

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

20 July 2024 - 09:54 WIB

Trending di UTAMA