Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 30 May 2017 06:40 WIB ·

Dua Pemeras di Jalanan Dibekuk Polisi


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

SIGLI (RA) – Dua warga berinisial HS (35), dan BS (23), warga kecamatan Simpang Tiga, Pidie, ditangkap pihak Kepolisian Resor Pidie, karena diduga melakukan pemerasan dan mengancam sejumlah warga melintasi jalan kawasan pedesaan.

Kedua tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing, atas laporan korban yang mereka peras, oleh tim Polsek Simpang Tiga, Ahad (28/5) malam Wib. Tersangka kini diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sementara satu tersangka lagi berinisial FS (20) berhasil melarikan diri dan telah masuk dalam Daftar Pencaharian Orang (DPO) Polsek Simpang Tiga. Informasinya, tersangka kerap melakukan pemalakan khususnya kepada muda dan mudi lewat persawahan tersebut.

Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Khairul, dikonfirmasi wartawan Senin (29/5) mengatakan, ketiga tersangka sudah sering melakukan pemerasan dan pengancaman, khususnya kepada remaja dan muda yang melintasi kawasannya. Namun, selama ini tidak ada korban yang berani melaporkan perbuatan sesaat setelah terjadi tindak pidana.

“Dari info kami dapatkan, mereka telah lama beroperasi, tetapi baru kali ini ada warga berani melaporkan ke kami. Keduanya telah kami amankan, satu lagi sudah masuk DPO kami,” ungkap Khairul.

Penangkapan berdasarkan laporan, warga menjadi korban pemerasaan, RM (20), warga Simpang Tiga, kepada Mapolsek Simpang Tiga, Minggu (28/05). Menurut keterangan dia saat itu bersama teman wanitanya bernama YM (20), warga Tijue, jalan pulang menuju Tijue, melalui jalur Gampong Cot Paleu.

Di tempat tersebut korban dihadang para pelaku pemerasaan, dan meminta sejumlah uang dengan ancaman jika tidak diberikan, maka korban tidak bisa melanjutkan lagi perjalanannya.

Karena takut tak bisa pulang, korban memberikan uang sebesar Rp. 100.000, kepada tersangka berinsial FS, satu dari tiga tersangka warga gampong dilintasi tersebut. Korban kemudian langsung melaporkan pemerasan ke polisi dan ditindak lanjuti.

“Kami imbau kepada warga, berhati-hati saat melewati jalan sepi, bila perlu jika sudah mulai gelap melewti jalan yang lebih ramai, untuk mengurangi resiko kriminalitas,” pungkas Khairul. (zia/min)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA