12 TKI Asal Aceh Ditangkap di Tanjung Balai, Ini Upaya Haji Uma

Anggota DPD RI H. Sudirman

BANDA ACEH (RA) – Terkait 12 TKI Asal Aceh dari 30 TKI ilegal yang di tangkap oleh TNI AL di perairan Tanjung Balai Sumatera Utara, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI Asal Aceh menghimbau agar keluarga jangan panik.

“Insya Allah mereka akan segera pulang,” kata Haji Uma, Kamis (1/6).

Berawal dari informasi yang disampaikan oleh Ihsan Nurdin direktur Gabungan Aceh Nusantara (GAN) kepada Haji Uma, bahwa ada 30 TKI di tangkap oleh marinir di perairan tanjung balai Sumatera Utara (31/05/2017) pukul 15.30 wib, diperkirakan 12 orang dari 30 TKI itu adalah warga Aceh, yang hendak pulang kampung dari Malaysia menumpangi kapal kayu tujuan Sumatera Utara,.

Dalam perjalan, setiba di perairan Indonesia kesemua TKI asal Aceh tersebut di tangkap oleh marinir, ada yg sebagian sempat berkomunikasi dengan keluarganya via telpon seluler sehingga membuat keluarga di Aceh panik.

“Saya merasa prihatin dengan kejadian tersebut, mereka harus di lindungi, mereka harus dapat berkumpul dengan keluarganya apalagi di bulan ramadhan dan menyambut hari raya Idul Fitri nantinya” ungkap Haji Uma

Untuk penyelesaian ermasalahan tersebut, Haji Uma menempuh jalan konkrit yaitu berkomunikasi dengan ketua komite II DPD RI Parlindungan Purba, untuk upaya advokasi 30 TKI yang di tangkap oleh marinir.

Respon baik dan gerak cepat Parlindungan Purba Ketua Komite II DPD RI membuahkan hasil, Eks TKI yang ditangkap oleh Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Sea Rider pada sekitar pukul 15.30 Wib sudah diserah terimakan ke Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Sumatera Utara dengan jumlah 30 orang warga Negara Indonesia.

Mereka terdiri 29 orang laki laki Dewasa dan 1 orang perempuan dewasa, berdasarkan perintah dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai, 30 orang eks TKI harus dimintai keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dibuat secara Kolektif dan dibuatkan Berita Acara Pendapat untuk kelengkapan laporan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Up.Kepala Divisi Keimigrasian.

Setelah selesai proses pemeriksaan dan diberikan arahan mengenai Undang Undang No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, ke 30 orang eks TKI tersebut diusulkan kedalam Daftar pencegahan ke Luar negeri.

Atas permintaan bersama dengan berbagai pertimbangan, para TKI tersebut dipersilahkan untuk kembali ke Alamat masing masing dan InsyaAllah nanti malam akan berkumpul bersama keluarganya.

“Paling penting mereka dapat berkumpul dengan keluarganya yang sudah menanti-nanti di kampung halaman, kita semua tahu para TKI ilegal ini rata-rata masyarakat kita dengan ekonomi lemah, awak mita breuh si arei, maka harus kita lindungi” ungkap Haji Uma lagi. (ri/ra)