Mengaku Pernah Bertemu Allah Praktik Dukun Sesat Ditutup

Rakyat Aceh

TAPAKTUAN (RA) – Seorang dukun berinisial SU, warga Desa Pawoh, Labuhanhaji, Aceh Selatan mengaku pernah bertemu Allah. Ia dibawa ke langit oleh makhluk bersinar, berjubah dan bertongkat. Peristiwa terjadi Ramadan tahun lalu.

Tak hanya itu, dalam tubuhnya juga telah dimasukan Al Quran. Terakhir, ia mengaku sudah melihat langsung surga dan neraka.
“Tiga poin inilah yang sangat menyimpang dari aqidah Islam,” kata Muhammad Rasyid, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Selatan, Kamis (1/6).

Menurut Rasyid, pengakuan SU yang tidak sesuai aqidah Islam itu disampaikan pada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Rabu (17/5). Saat itu, para ulama memintainya keterangan terkait isu aliran sesat.

Didasari sejumlah fakta, Forkopimda memutuskan praktek pengobatan ditutup. “Hasil investigasi di lapangan, ditambah keterangan yang diberikan oknum dukun saat dipanggil MPU pada Rabu, 17 Mei 2017. Seterusnya MPU mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan ke Pemkab Aceh Selatan untuk ditindak lanjuti ke MPU provinsi Aceh untuk difatwakan sebagai ajaran sesat,” kata Rasyid.

Keputusan menutup lokasi praktik dukun serta pemasangan pamflet larangan berobat, menurutnya, diputuskan lewat rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan Rabu, 31 Mei lalu.

Berdasarkan berita acara MPU Aceh Selatan terhadap keterangan yang diberikan SU, ditemukan sejumlah poin yang bisa dinyatakan sesat atau menyimpang dari aqidah sesuai 13 kriteria yang difatwakan MPU tentang ciri-ciri ajaran sesat.

Rasyid juga meminta warga setempat menghormati hasil musyawarah ulama dan pimpinan daerah. “Sambil menunggu fatwa dari MPU Provinsi Aceh serta penandatanganan surat perintah tutup Forkopimda, Pemkab Aceh Selatan bersama MPU dan alim ulama meminta masyarakat tetap tenang, tidak anarkis dan tidak terprovokasi siapapun. Dugaan penyimpangan aqidah ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” himbau Kadis Syariat Islam.(dir/mai)