BERKUMPUL KEMBALI: Keluarga menyambut kepulangan Nelayan Aceh yang terdampar ke Thailand saat tiba Bandara SIM Banda Aceh, Jumat (2/6). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Dua nelayan Pidie Jaya yang hanyut hingga ke Thailand, akhirnya tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (2/6). Nelayan yang menumpangi KM Seuruni berkapasitas 6 GT itu, Hasanuddin (39) sebagai nakhoda, dan Yogi Prayogo (23) ABK.

Pada wartawan, mereka mengisahkan sembilan hari terapung di laut lepas. 9 Mei silam, kedua nelayan melaut dari pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Sehari di laut, boat mereka mengalami kerusakan, namun berhasil diselamatkan nelayan Idi, Aceh Timur ditarik ke pelabuhan setempat.

“Selama empat hari di Idi kami memperbaiki, boat kami kembali hidup. tanggal 16 Mei kami kembali melaut, setelah itu sehari di lautan, pada pukul 2.00 WIB boat kami kembali rusak,” kata Hasanuddin. Namun kerusakan berikutnya di bagian blok. “Mulai dari sanalah kami hingga diantarkan ke Thailand,” katanya.

Selama dua hari dua malam, mereka sempat berhadapan dengan ombak tinggi, angin kencang bahkan badai. Namun, para nelayan lokal yang ditunggu-tunggu tak kunjungi melihat mereka. Bahkan telah mengikat tenda sebagai layar agar dibawa angin ke timur.

“Kami ikat bendera di atas tiang radio, tapi dari siang dan sampai malam hari tidak ada juga yang terlihat nelayan, padahal masih di perairan Aceh dekat Sabang,” sebutnya.
“Orang Thailand tolong kami, meskipun kami ngomong dengan bahasa isyarat. Sikap polisi Thailand bagus, kami dibawa ke rumah sakit dan kantor polisi,” sebutnya. (ibi/mai)