Operasi Perairan Aceh Timur Diperketat

PERKETAT PATROLI: Polisi memeriksa kelengkapan surat kapal milik nelayan yang sedang berlabuh di perairan Aceh Timur untuk mengantisipasi masuknya barang ilegal lewat perairan selama puasa, Kamis (1/6). MAULANA/RAKYAT ACEH

ACEH TIMUR (RA) – Dalam rangka antisipasi masuknya barang ilegal lewat perairan Aceh selama Ramadan dan Idul Fitri, Polres Aceh Timur memperketat operasi. Sasarannya, setiap kapal yang mencurigakan di laut lepas selat Malaka.

“Meskipun selama bulan Ramadan kegiatan di perairan tidak terlihat meningkat signifikan, namun aktivitas masyarakat nelayan terus kita pantau dan kita patroli di lautan,” kata Kasat Pol Air Iptu Pidinal Limbong, Jumat (2/6).

Menurut Limbong, banyak kapal masih bersandar di pelabuhan namun petugas tetap mencari target dengan memeriksa kelengkapan surat-surat kapal.
“Operasi ini juga merupakan atensi dari pimpinan serta memberikan pelayanan dan pengamanan pada masyarakat yang baik,” kata Limbong.

Pukat Trawl Marak di Selat Malaka

Pengurus panglima laot wilayah Idi, mengakui banyak nelayan yang melakukan pelangaran hukum laut seperti menebar pukat trawl. “Padahal penggunaan pukat trawl dilarang dalam mencari ikan di laut. Polisi dalam hal ini harus lebih jeli melakukan operasi,” ujar sumber itu.

Ia menyebutkan, untuk wilayah perairan Aceh Timur Langsa dan Aceh Tamiang, sangat banyak aktivitas pukat trawl ditemukan. “Ini harus segera ditindaklanjuti agar laut Aceh tidak rusak dan hasil laut tak terancam,” ujarnya.

Ia mengapresiasikan pihak polisi yang telah bertugas di laut menjaga keamanan. “Terkadang kami tak berani untuk menegur nelayan yang seperti itu. Mungkin hanya sebatas dokumentasi yang kita simpan sebagai bukti,” kata pria itu. (mag-75/mai)